SMKN 3 Klaten Siap Gelar Ujian Kompetisi Keahlian secara Tatap Muka

KBRN, Klaten : Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 3 Klaten akan menggelar Ujian Kompetisi Keahlian secara tatap muka dengan menggunakan protokol LSP (lembaga sertivikasi profesi) dimulai pada bulan April dan juga dilaksanakan sesuai protokol kesehatan secara ketat.

Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Klaten Dionisius Pramuaji  mengatakan, Ujian Kompetisi Keahlian  secara tatap muka akan dilakukan secara bertahap, dibagi setiap sesi. Masing-masing jurusan harus mendapat izin dari satuan gugus tugas kabupaten kota, izin dari orangtua/wali siswa sebagai syarat mutlak.

Menurut Dionisius Pramuaji, jika orang tua sudah paham dan mengizinkan, maka SMKN 3 akan melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK). Terkait hal tersebut, ia mengaku, tanggapan orang tua secara umum mendukung dan senang kalau SMK ini mengambil langkah kebijakan untuk menghadirkan siswa, karena sudah satu tahun tidak melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka.

“Kita sampaikan kepada orangtua/wali siswa agar bisa memahami bahwa kebijakan sekolah terkait ujian sekolah seperti apa dan kami  juga menyampaikan bahwa ujian sekolah menurut surat edaran dari Dinas Provinsi Jawa Tengah dimulai tanggal 1 April  hingga 20 April dan ujian sekolah dilaksanakan secara daring,” ungkapnya, Rabu (17/2/2021).

Lebih lanjut Kepala SMKN 3 Klaten D. Pramuaji  mengatakan, karena UKK secara daring sulit dipahami dan mungkin juga susah untuk dilakukan, maka secara umum orangtua menyatakan bahwa tatap muka tidak menjadikan masalah.

“Dengan  harapan orangtua juga ikut memantau dan membimbing anak dengan tetap mematuhi protokol kesehatan demi keberhasilan ujian praktik,  karena  selama ini bimbingan praktik dirasa kurang. Jadi nanti sebelum ujian praktik sekolah akan melaksanakan pembekalan atau simulasi sehingga nantinya saat pelaksanaan UKK tidak mengalami kesulitan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, simulasi akan dilaksanakan bulan Maret, jumlah siswa kelas 12 ada 395, meliputi tata boga 4 rombel, tata busana 4 rombel, perhotelan 2 rombel, kecantikan 2 rombel.

Sementara itu salah satu orangtua siswa, Supriyanto (45) tahun asal Kecamatan Wedi Klaten menyatakan dukungannya, terkait adanya sosialisasi ujian sekolah secara daring dan Uji Kompetensi Keahlian yang akan dilaksanakan secara tatap muka.

“Mendukung, yang penting sesuai dengan Prokol Kesehatan karena Praktek Ujian Kompetisi Keahlian UKK dilaksanakan secara tatap muka lebih mudah dipahami oleh siswa,” tuturnya. (yon/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00