Ini Evaluasi Pembelajaran Daring Saat Pandemi

Siswa sekolah belajar di rumah selama pandemi korona

KBRN, Yogyakarta : Dewan Pendidikan Kabupaten Sleman mendapati sejumlah temuan, dalam proses pembelajaran daring yang dilakukan siswa sekolah selama pandemi korona.

Antara lain seperti, orang tua dan murid tidak memiliki hape sebagai alat belajar. Termasuk belum meratanya jaringan internet, bahkan kerap kali padam dalam kondisi hujan.

”Masalah ini harus dicarikan solusi bersama,” ungkap Sekretaris Dewan Pendidikan Sleman Supadianto, dalam diskusi publik bertema evaluasi KBM di masa pandemi, yang digelar secara daring di Kantor Kominfo Sleman, Senin (21/12/2020).

Solusinya perlu hibah hape bukan hanya kuota internet saja, dan dijadikan satu paket. Namun harus betul-betul dipastikan, penerimanya memang berhak memperoleh hibah tersebut.

Diperlukan semacam tim khusus yang memetakan siswa dari keluarga kurang mampu, mulai dari kalurahan hingga level RT/RW. Jika perlu, satu keluarga kurang mampu diberikan akses hotspot internet.

”Untuk anggaran perlu dibahas dengan wakil rakyat, ini penting karena ke depan kita masih akan menggunakan pembelajaran daring,” imbuhnya.

Selain itu, sekolah juga perlu diberi akses bandwith dengan kecepatan supermaksimum dan jaringan listrik stabil, untuk mendukung guru memberikan materi.

Persoalan lainnya yang juga patut diperhatikan, seperti murid tidak mempunyai uang untuk membeli pulsa internet, hingga rasa bosan mereka selama menjalani proses pembelajaran di rumah.

”Tradisi virtual memang belum terbentuk ya, saya kira ini menjadi penilan akhir, termasuk soal kejujuran apakah siswa mengerjakan sendiri tugas yang diberikan guru atau tidak,” imbuhnya. (ws/yyw) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00