Dongkrak Minat Sekolah Vokasi, Guru Diminta Narsis

Dirjen Pendidikan Vokasi, Wikan Sakarinto Kunjungi SMK 2 Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta : Pengajar pada sekolah menengah kejuruan (SMK) harus bisa narsis dan bangga untuk menyakinkan para siswa bahwa tidak salah untuk memilih SMK sebagai sekolah lanjutan dari SMP.

"Posting semua agenda kegiatan sekolah,undang wartawan dan kabarkan prestasi-prestasi siswa agar industry-industri tetap percaya dengan kualitas output dari SMK," kata Wikan Sakarinto, S.T., M.Sc., Ph.D, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud saat berkunjung ke SMK N 2 Yogyakarta, Sabtu, (19/9/2020).

Wikan menambahkan soft skill seperti kemampuan komunikasi, attitude, sikap, karakter yang baik harus dibentuk dan penting ditanamkan pada anak didik.

"Disamping hard skill yang diajarkan pada anak didik, soft skill lebih utama untuk diajarkan pada anak didik, sehingga saat menjadi entrepreneur ataupun ketemu orang baru di dunia industry akan terbiasa berkomunikasi dengan baik," jelasnya.

Dalam kunjungannya ke SMK 2 Yogyakarta, Wikan Sakarinto melakukan pengambilan gambar di bengkel Teknik Pemesinan dan juga Laboratorium Program Keahlian Multimedia dan Sija.

"Pengambilan foto ini untuk pembuatan profil Dirjen Vokasi Kemendikbud," katanya.

Sementara itu, Kepala SMK N 2 Yogyakarta, Dodot Yuliantoro, mengatakan sekolah di SMK bukanlah pilihan akhir. Pendidikan vokasi seperti SMK sangat penting bagi kemajuan bangsa. Di era seperti sekarang, yang dibutuhkan adalah lulusan yang kompeten dan siap kerja. Hal itu lah yang dipersiapkan di SMK, membentuk generasi yang siap kerja.

"Dengan pernikahan masal industri dgn SMK akan mengurangi pengangguran. Akan dibuka juga fasttrack jalur SMK dengan D2 untuk calon-calon tenaga kerja dan entrepreneur ke depannya," urainya. (wur/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00