Fasilitas Minim, Sekolah di Yogyakarta ini Juga Kekurangan Siswa

Pintu masuk bagian depan SMP Gotong-Royong Kota Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta : SMP dan SMA Gotong-Royong Tegalrejo Kota Yogyakarta, tidak memperoleh jumlah siswa yang banyak, dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.

Hingga Sabtu (4/7/2020) tercatat, hanya tujuh calon siswa SMP sudah mengembalikan formulir pendaftaran. Hal yang sama, juga dilakukan 10 calon siswa SMA.

Kepala Sekolah SMP dan SMA Gotong-Royong, Amelita Tarigan, tidak mempersoalkan kondisi itu.

”Memang sekolah kami kapasitasnya kecil, dengan jumlah siswa seperti itu kami juga sudah bisa melaksanakan belajar-mengajar,” kata kepala sekolah.

Dari segi fasilitas belajar di sekolah ini, terlihat sangat tidak layak, lima dari enam ruang kelas sudah rusak.

Mayoritas siswa dari keluarga miskin, pemerintah menanggung biaya sekolah mereka, termasuk siswa berkebutuhan khusus, yang lamban dalam belajar.

Ada satu siswi perempuan masih SMP berusia 17 tahun. Amelita mengaku ada kendala melakukan komunikasi.

”Misalkan masnya ya, mas kalau datang, anda cuci tangan di sana, di cek suhu, terus nanti tisunya disana, masnya paham, kalau anak ABK, apa bu? pelan-pelan ya? Ini, ini, dan ini,” imbuh dia.

Daya Tampung Lebih Besar

Di Kota Yogyakarta, sekolah kekurangan siswa sangat mungkin terjadi. Daya tampung SMP lebih besar dari jumlah lulusan sekolah dasar.

”Daya tampung SMP di wilayah kota kan sekarang sembilan ribu lebih dikit lah kira-kira, sementara lulusan SD di Kota Yogyakarta 7325,” ucap dia.

Tetapi menurut Budi, SMP swasta yang kekurangan murid, masih mungkin menambah calon peserta didik.

”Lulusan SD dari luar wilayah kota pun, sangat mungkin untuk sekolah di Kota Jogja dan jumlahnya relatif banyak,” terangnya.

Khusus sekolah swasta, pelaksanaan PPDB dijadwalkan berlangsung hingga tanggal 13 Juli mendatang. (ws/yyw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00