Tingginya Angka Putus Kuliah Jadi Perhatian Hoshizora

KBRN, Yogyakarta: Mengantongi gelar sarjana menjadi hal yang tak mudah bagi sebagian besar generasi muda di Indonesia. 

Terlebih di tengah kondisi perekonomian yang menurun selama pandemi Covid-19, semakin banyak mahasiswa yang kesulitan untuk membayar biaya kuliah. 

Berdasarkan laporan Statistik Pendidikan Tinggi 2020, kondisi ini menyebabkan sebanyak 601.333 mahasiswa putus kuliah pada 2020. Angka ini meningkat dari 18% di tahun 2019 menjadi 50% di tahun 2020. 

Kondisi tingginya angka putus kuliah, mendorong Hoshizora Foundation kembali menggandeng Permata Bank untuk melanjutkan program Permata Bintang Fellowship di tahun 2022. Program ini hadir sebagai komitmen mendukung anak-anak Indonesia melanjutkan pendidikan jenjang perguruan tinggi. 

Program ditujukan bagi mahasiswa yang terkendala secara finansial, namun berprestasi, aktif kegiatan non-akademik dan memiliki ketertarikan terhadap bidang literasi finansial. 

Permata Bintang Fellowship merupakan program kemitraan antara Permata Bank dan Hoshizora Foundation sejak tahun 2019. Beasiswa perguruan tinggi ini bertujuan untuk mendukung mahasiswa-mahasiswa hebat di Indonesia dapat mewujudkan impiannya," ujar Hengky Hanggoro Seno selaku Head of Corporate Social Responsibility Permata Bank. 

Literasi finansial 

Pemahaman terhadap bidang literasi finansial merupakan hal penting bagi anak Indonesia agar dapat mengelola finansial dengan bijaksana sejak usia muda. 

Permata Bintang Fellowship memberikan dukungan berupa beasiswa pendidikan dan pendampingan selama satu tahun. 

"Memasuki batch 3, Permata Bank berharap para awardee bisa berbagi manfaat, terus berprestasi dan menjadi panutan kepada lebih banyak orang, terutama dalam bidang finansial,“ kata Hengky, Jumat (28/1/2022) kemarin.  

Meningkat

Pendaftaran Permata Bintang Fellowship Batch 3 dibuka pada 7-19 Desember 2021 lalu. Di tahun ketiga, pendaftar Permata Bintang Fellowship mengalami peningkatan yang sangat signifikan sebesar 408% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

"Pendaftaran Permata Bintang Fellowship Batch 3 kali ini terdapat peningkatan 4 kali lipat dari pendaftaran batch sebelumnya, hal ini menunjukkan semakin banyak antusiasme pelajar yang ingin terus melanjutkan cita-cita mereka ke jenjang yang lebih tinggi khususnya untuk mereka yang berasal dari keluarga ekonomi menengah ke bawah," jelas Yudi Anwar, Direktur Eksekutif Hoshizora Foundation yang berbasis di Yogyakarta ini. 

Antusiasme pendaftar juga tampak pada persebaran wilayah yang sangat merata di berbagai daerah di Indonesia. 

"Selain dukungan biaya pendidikan, program Permata Bintang Fellowship ini juga memberikan dukungan capacity building. Harapannya, para penerima beasiswa nantinya akan menjadi agen perubahan, model dan bisa menjadi pribadi yang memberikan manfaat di lingkungan sekitar," tandas Yudi. 

Adik Bintang 

Pada Jumat (28/1/2022) siang, para penerima beasiswa terpilih, atau disebut dengan Adik Bintang, secara resmi diangkat menjadi penerima beasiswa lewat acara Inagurasi Permata Bintang Fellowship Batch 3. 

Acara ini dihadiri oleh seluruh Adik Bintang terpilih, pihak Permata Bank dan Hoshizora Foundation. Tak hanya itu, usai prosesi, Adik Bintang juga mendapat kelas pengembangan diri mengenai literasi finansial oleh Frida Decie Natalia, Investment Specialist dari Permata Bank. 

“Jujur merasa sangat bangga bisa menjadi salah satu awardee Permata Bintang Fellowship Batch 3. Tidak menyangka bisa lolos dari ribuan peserta yang mendaftar. Terima kasih kepada Permata Bank dan Hoshizora Foundation yang telah memberikan beasiswa pendidikan sehingga kami bisa memperjuangkan impian. Untuk teman-teman awardee, semoga bisa menggapai tujuan dan impiannya, serta bermanfaat untuk masyarakat," kata Adik Ilham, salah satu penerima beasiswa. (ros) 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar