Jaga Jarak, Jadi Kendala PTM Hari Pertama di Sleman

Para orang tua menunggu kepulangan anak mereka, di depan gerbang SD Denggung Sleman

KBRN, Yogyakarta : Sekolah-sekolah di Kabupaten Sleman, melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen perdana, yang dimulai Senin (17/1/2022).

Di saat pandemi belum berakhir, seluruh siswa belajar di kelas dengan protokol kesehatan ketat.

Tetapi di SD Denggung, pengaturan jarak tempat duduk antar siswa, kurang dari satu meter. Sukrisna Agung Pranawa, salah satu guru di sekolah itu menyebut, terbatasnya jumlah meja belajar menjadi kendala utama.

Satu meja masih digunakan dua orang siswa, dengan jarak antar kursi diatur setengah meter.

”Jumlah siswa dalam satu kelas ada yang 28 orang, tetapi ada juga yang 32 orang,” katanya.

Saat dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Ery Widaryana, membenarkan mengenai kendala penerapan jaga jarak antar siswa, dalam PTM 100 persen.

”Kalau jarak satu meter itu, semua sekolah gak akan bisa kapasitas 100 persen,” ungkapnya.

Karena dari segi ukuran, satu ruang kelas rata-rata hanya 7x8 meter persegi, sementara jumlah siswa per kelas ada yang 28 orang. Hal itu sangat tidak mungkin diatur jarak satu meter.

Terkait hal ini, dirinya sudah berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Covid-19, yang merekomendasikan agar para siswa selalu memakai masker ketika di dalam kelas. ”Yang penting prokes, prokes dan prokes,” ujarnya.

Sementara itu, hari pertama pembelajaran tatap muka 100 persen di Kabupaten Sleman, diikuti lebih dari 32 ribu siswa SD dan SMP. (ws).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar