Dikom UGM Gelar Pelatihan Jurnalisme Inklusif

Foto Karya Peserta Pelatihan Jurnalisme Inklusif Dikom UGM (dokumentasi Dikom UGM)

KBRN, Sleman : Sebanyak 60 mahasiswa Ilmu Komunikasi dari 15 kampus di Indonesia mengikuti pelatihan jurnalisme inklusif yang fokus pada isu perempuan, anak, dan difabel. Kegiatan yang dihelat secara daring ini diadakan oleh Departemen Ilmu Komunikasi dengan dukungan UNESCO pada Oktober-November lalu.

Koordinator program tersebut, Novi Kurnia mengatakan, perempuan dan anak, serta difabel termasuk dalam kelompok yang sangat terdampak pandemi covid-19. Namun, mereka belum mendapatkan liputan media yang memadai.

“Dalam pelatihan ini mahasiswa belajar dari kondisi yang ada dan membuat liputan sendiri yang bersifat inklusif,” ujarnya, Sabtu (4/12/2021).

Sebelum pelatihan, pihaknya mengawali dengan membuat modul 'Jurnalisme Inklusif: Liputan tentang Perempuan, Anak, dan Difabel selama Pandemi'. Dalam penyusuannya, menurut Novi, turut melibatkan akademisi, jurnalis, dan ahli dalam isu perempuan, anak, dan disabilitas. Di mana modul tersebut selain bisa digunakan dalam pelatihan juga bisa dimanfaatkan oleh para dosen jurnalisme.

“Mereka bisa menyisipkan materi ini ke dalam kurikulum di kampusnya. Kami sudah mengirimkan modul kepada 15 dosen dari 15 perguruan tinggi yang bermitra dalam pelatihan ini. Bagi para dosen di kampus lain, kami persilakan untuk mengunduhnya di laman liputaninklusif.net,” lanjut Novi.

Salah satu peserta pelatihan, Nimas Safira Widhiastari dari Universitas Airlangga mengaku ingin menjadikan anak sebagai subjek cerita. Serta membangkitkan semangat mereka agar berprestasi. Sementara, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro, Lintang Ratri, menyebut para mahasiswanya yang menjadi peserta pelatihan sangat senang.

“Mereka mengirim pesan ke saya dan mengatakan belajar banyak dari pelatihan ini dan mentornya sangat baik,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi lebih bagi empat mahasiswa yang liputannya terpilih sebagai liputan terbaik, pelatihan ini memberikan hadiah dana bantuan liputan bagi mereka, masing-masing senilai Rp1 juta rupiah. (dev).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar