Sunan Kalijaga Terdepan Akomodasi Disabilitas

KBRN, Yogyakarta: Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi tuan rumah puncak acara peringatan Hari Disabilitas Internasional. 

Peringatan kali ini dibarengi deklarasi yang mengusung tema “Pendidikan Tanpa Diskriminasi, Setara untuk Semua,” Jumat (3/12/2021) siang, bertempat di gedung Prof HM Amin Abdullah. 

Prof Phil Al Makin selaku Rektor UIN Sunan Kalijaga dalam sambutannya memaparkan gagasan inklusi di kampus UIN Sunan Kalijaga yang sudah dimulai sejak tahun 2007 silam. 

"Saat itu Pusat Layanan Difabel didirikan di kampus UIN Suka (Sunan Kalijaga) oleh orang-orang yang gelisah, lulus kuliah mendalami tentang social work atau kerja sosial," ujarnya. 

Orang-orang yang dimaksud Al-Makin adalah para pengajar UIN Sunan Kalijaga yang sempat mengenyam pendidikan di luar negeri seperti Rofah PhD, Muhrison PhD, Andayani, Dr Asep Jahidin, dan kemudian bergabung Arif Maftuhin, Astri Hanjarwati, Mimin Aminah (relawan). 

"Merekalah yang membuat gerakan penerimaan mahasiswa difabel di UIN. Lalu PLD resmi menjadi unit dibawah LP2M, Lembaga Pengabdian dan Penelitian Masyarakat. PLD menerima kudungan resmi dari dana LP2M dan menjadi Lembaga struktural, satu-satunya di seluruh PT atau PTKI di Indonesia," ungkap Al-Makin. 

Peringatan Hari Disabilitas ini digelar demi menggelorakan bahwa pembangunan yang inklusif bukan untuk memperbaiki keterbatasan fungsi yang dimiliki oleh penyandang disabilitas.

Akan tetapi untuk menyokong penyandang disabilitas, agar dapat berperan aktif dalam lingkungan masyarakatnya. 

"Dengan itu difabel dapat berkontribusi dalam pembangunan," terangnya. 

Kegiatan peringatan Hari Disabilitas Internasional di UIN Sunan Kalijaga dihadiri istri Menteri Agama yang juga sekaligus Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama RI, Eny Retno Yaqut. 

Pionir

Al-Makin lantas membanggakan kampus yang dipimpinnya sebagai pionir perguruan tinggi yang membuat gerakan penerimaan mahasiswa difabel di UIN Sunan Kalijaga. 

"Tidak ada layanan difabel di tempat lain yang struktural, menerima dana resmi dari kampus DIPA BLU dan BOPTN. Semasa Prof Amin Abddulah, rektornya, sudah menerima penghargaan nasional, juga Prof Musa Asy’arie, juga Prof Yudian Wahyudi. PLD sudah memberi teladan pada hampir semua perguruan tinggi nasional, untuk membuka PLD. Maka para aktivis PLD sudah banyak diundang ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk konsultasi," paparnya. 

Jejaring yang dilakukan dengan LSM yang bergerak di bidang disabilitas juga telah lama dilakukan UIN Sunan Kalijaga. Contohnya dengan Sigap, Pertuni, Pemda, Kemristekdikti, Kemendikbud. 

"PLD juga aktif dalam drafting aturan daerah dan nasional. Di luar negeri juga menjalin Kerjasama dengan founding internasional Japan Foundation, Uni Eropa, Spanyol, Inggris, Yunani," tandasnya.  (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar