FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

Buntut Kenaikan Klaster PTM, Skrining Covid-19 Diperluas

KBRN, Yogyakarta: Kenaikan kasus Covid-19 di DIY akhir-akhir ini ternyata dipicu oleh dibukanya Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hal itu membuat pemangku kepentingan di daerah memperluas skrining Covid-19. 

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melakukan pemeriksaan atau skrining Covid-19 para siswa di sekolah yang menjalankan PTM. Skrining dilakukan dengan mengambil sejumlah sampel secara acak di tiap sekolah. 

“Minggu ini kita memulai melakukan skrining terhadap para siswa yang menjalankan pembelajaran tatap muka,” kata Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dalam sambutan Pengukuhan Ketua RT/RW se- Kemantren Umbulharjo. 

Menurutnya selama ini tren kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta terus mengalami penurunan. Bahkan kadang- kadang setiap hari tidak ada kasus. 

Namun untuk memastikan tidak ada sebaran Covid-19 maka pemeriksaan dilakukan terhadap aktivitas masyarakat. 

“Kami Pemkot Yogyakarta dan Pemda DIY bersama- sama menjalankan skrining terhadap aktivitas masyarakat. Apakah betul-betul kasusnya merendah atau karena memang tidak dirasakan,” ujar Heroe. 

Sasar 17 sekolah 

Wawali menjelaskan pemeriksaan Covid-19 pertama dilakukan pada para siswa SMP dan SMA. Pada pekan ini dilakukan tes terhadap 17 sekolah. 

Setiap sekolah diambil sampel secara acak 5 persen secara acak. Pada hari Selasa dan Rabu berhasil dites sebanyak 1.015 sampel. 

Hasilnya ada empat siswa yang positif. Kemudian satu rombongan kelas dan satu keluarga dari siswa yang positif pada Kamis (25/11/2021) kemarin, diminta ke sekolah untuk menjalani tes. 

“Hasilnya semua negatif. Artinya di sekolah ternyata protokol kesehatan berjalan dengan baik. Meskipun di tengah- tengah ada yang positif mereka negatif semua. Tapi kami akan tes lagi dengan PCR karena kami ingin membuktikan betul- betul memang tidak ada sebaran,” paparnya. 

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta itu menyebutkan kasus harian di Kota Yogyakarta sempat naik 11 kasus.

Jumlah itu dari empat kasus dari skrining sekolah, tiga kasus skrining dari rumah sakit, dua kasus skrining dari hasil kontak erat dan dua kasus dari perjalanan. 

Hentikan sementara 

Pemkot Yogyakarta mencatat pada Kamis kemarin, jumlah kasus aktif Covid-19 sebanyak 21 kasus. 

Alhamdulilah kita saat ini masih bisa mengendalikan kalau hasil tes berikutnya (PCR)  ternyata bisa negatif juga, artinya protokol kesehatan di sekolah dijalankan dengan baik sehingga tidak menular. Kami akan lanjutkan skrining lagi untuk mencari apakah penurunan kasus ini karena betul- betul memang tidak ada kasus,” jelasnya. 

Terpisah, Anggota Satgas Covid-19 DIY, Ditya Nanaryo Aji, mengakui penambahan kasus terkonfirmasi positif banyak ditemukan dari kegiatan PTM. 

"Ini karena diadakannya skrining acak PTM yang dilakukan beberapa kabupaten/kota beberapa waktu lalu," tuturnya, Sabtu (27/11/2021) sore. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, mengatakan kegiatan PTM di sekolah yang  empat siswanya terpapar Covid-19 untuk sementara dihentikan selama lima hari. 

“Seluruh pembelajaran kembali dialihkan ke sistem daring,” tandasnya. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar