Siapkan Pemilu 2024, Pemkot Gelar Sekolah Demokrasi

KBRN, Yogyakarta : Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menggelar Sekolah Demokrasi Cerdas Yogyakarta, pada 12-13 Oktober 2021 di Kantor Bawaslu Kota Yogyakarta.

Kegiatan Sekolah Demokrasi menyasar para pemuda pemudi di Kota Yogyakarta untuk mendukung demokrasi, termasuk  penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta Budi Santosa mengatakan, berkolaborasi bersama Bawaslu Kota Yogyakarta, Sekolah Demokrasi dipilih sebagai kesiapan sejak dini terkait Pemilu serentak tahun 2024.

Menurutnya, Pemilu pada tahun 2024 merupakan pemilu serentak pertama sehingga perlu sebuah konsep dan peta jalan terkait demokrasi ke depan.

Pihaknya mengharapkan melalui kesiapan-kesiapan yang dilakukan, Pemilu dapat berjalan secara demokratis dan dalam pelaksanaannya masyarakat tidak perlu khawatir dan ketakutan. 

"Selama ini masih ditemui persoalan terkait pemaknaan demokrasi yang tidak sesuai asas seperti provokatif, unsur ujaran kebencian dan berita hoaks. Oleh sebab itu diadakan Sekolah Demokrasi Yogya Cerdas," katanya, Selasa (12/10/2021).

Melalui Sekolah Demokrasi diharapkan mampu menjadi pembuka jalan atau kalau di media sosial menjadi influencer yang bisa mengarahkan untuk menuju demokrasi yang sesuai aturan.

Ada sekitar 20 orang pemuda pemudi usia 20-40 tahun penduduk Kota Yogyakarta dari Karang Taruna dan Organisasi Masyarakat yang akan mengikuti Sekolah Demokrasi Yogya Cerdas. 

Materi yang diberikan dalam Sekolah Demokrasi Yogya Cerdas di antaranya tentang demokrasi, kepemimpinan, kearifan lokal, literasi digital, problematika pemilu dan Ansos atau Anti sosial, revolusi serta aksi.

“Mudah-mudahan dengan Sekolah Demokrasi ini bisa menghasilkan minimal masyarakat yang pernah kita berikan Sekolah Demokrasi untuk secara terus menerus melaksanakan demokrasi dan menjadi penyeberluas atau influencer tentang demokrasi,” ucap Budi.

Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dan Organisasi Kemasyarakatan Badan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Yogyakarta Widiastuti menambahkan, melalui Sekolah Demokrasi juga memberikan wawasan kepada anak muda tentang bagaimana berkontribusi terhadap penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada. 

Mengingat pengalaman Pemilu 2019 membutuhkan kerja fisik dan pada Pemilu 2024 menghadapi pemilu yang tidak sederhana.

“Kami harap alumni Sekolah Demokrasi bisa berkontribusi dalam penyelenggaran Pemilu 2024 baik sebagai pelaksana maupun penyampai narasi positif,” terangnya.

Sedangkan Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Yogyakarta Tri Agus Inharto, urgensi pendidikan politik di Kota Yogyakarta melalui Sekolah Demokrasi Yogya Cerdas. Terutama untuk menghadapi Pemilu dan Pilkada 2024 yang diadakan serempak sehingga bukan perkara mudah apabila tidak mempersiapkan sejak dini.  

“Kami sangat berharap melalui Sekolah Demokrasi Yogya Cerdas, Karang Taruna bersama Kesbang dan Bawaslu bisa menjadi influencer dan berani beraksi untuk menyuarakan demokrasi yang menyenangkan, nyaman dan Pancasilais di Yogyakarta,” jelasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00