FOKUS: #PEMBELAJARAN ERA PANDEMI

SMA 6 Yogyakarta Gelar PTMT, Siswa Bahagia Sekolah Tatap Muka

PTMT di SMA 6 Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta : Sejumlah sekolah di Yogyakarta telah memulai pembelajaran tatap muka terbatas Senin, (20/9/2021) hari ini. Salah satunya, di SMA 6 Yogyakarta.

Para siswa pun menyambut gembira dilaksanakannya PTMT.

Sasa Putri, siswi kelas XI MIPA SMAN 6 Yogyakarta mengaku tidak pernah membayangkan akhirnya bisa kembali ke sekolah mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT).

Putri menjelaskan sejak diterima di SMA 6 Yogyakarta satu tahun yang lalu, karena pandemi, dia mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), dan belum pernah pelajaran tatap muka.

Ia pun mengaku canggung saat masuk kelas pada pukul 07.00 WIB, karena belum pernah bertemu teman sekelasnya secara langsung.

"Belum kenal sama teman-teman sekelas jadi sempat canggung tadi karena tahun lalu saat kelas sepuluh sama sekali tidak sekolah," katanya.

Putri juga tidak merasa kawatir saat PTMT, karena sekolah sangat ketat menerapkan protokol kesehatan (prokes) dari mulai masuk ke sekolah hingga di dalam kelas.

"Gurunya juga tertib mengajarnya, prokes di kelas juga bagus," ujarnya.

Hal senada disampaikan Syafina, siswi kelas XI MIPA mengaku sangat senang akhirnya bisa bersekolah. Dia merasa sangat jenuh dengan PJJ selama setahun terakhir.

"Sudah pernah bertemu teman di sekolah kalau ambil tugas, tapi tetap tidak bertemu langsung," katanya.

Berbeda dari sebelum COVID-19, Syafina terpaksa harus berdaptasi dengan aturan-aturan baru di sekolah saat ini. Selain mematuhi prokes, dia juga tidak boleh melakukan kebiasaan sepert jajan di kantin ataupun sekedar berkerumun dengan teman-teman.

"Saya harus tetap di kelas terus, tidak boleh keluar. Tapi ya alhamdullilah sudah bisa sekolah jadi bisa menerima pelajaran dengan lebih baik dan menguji kemampuan selama pjj," ungkapnya.

Sementara Anak Bagus Ramadhan, siswa kelas XII MIPA 4 mengungkapkan dia akhirnya memiliki kesempatan untuk menyiapkan diri dalam seleksi di perguruan tinggi setelah hampir dua tahun ini tak pernah masuk sekolah. PTM membuatnya lebih memahami matapelajaran yang diajarkan guru tanpa kendala jaringan internet dan keterbatasan lainnya. 

"Masuk kelas ini membuat lebih senang karena bisa menyiapkan snmptn," ujarnya.

Kepala SMAN‎ 6 Yogyakarta, Siti Hajarwati menjelaskan, dari 860 siswa di sekolahnya lebih dari 84 persen sudah mengikuti vaksinasi, minimal dosis pertama. Vaksinasi juga sudah dilakukan pada 90 guru dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut.

"Karenanya kami akhirnya memutuskan untuk menggelar ptm meski masih terbatas saat ini. Kami memilih tanggal 20 ini meski ada jadwal uts. Karena anak-anak merindukan ptm maka uts kami undur," jelasnya.

Siti Hajarwati menambahkan meski 90 persen orangtua mengijinkan mereka bersekolah, sekolah membatasi kapasitas siswa yang masuk sekolah. Dalam satu hari ada dua shift pembelajaran untuk semua kelas dengan kapasitas 18 siswa per kelas. Durasi pembelajaran pun maksimal 4 jam di sekolah.

"Selama 4 jam ditambah jeda istirahat hingga pukul 10.45 WIB. Satu matapelajaran selama 50 menit," terangnya.

Sekolah bekerjasama dengan satgas COVID-19 dan pakar kesehatan dari UGM serta TNI untuk membantu mereka menyiapkan PTM. Dengan demikian kesiapan sekolah dalam PTM kali ini benar-benar sesuai Standart Operational Procedure (SOP).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00