FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Vaksin Pelajar 90 Persen, PTM Sleman Tak Harus Oktober

Salah satu pelajar SMP di Sleman sedang disuntik Vaksin Covid-19

KBRN, Yogyakarta : Pembelajaran Tatap Muka secara Terbatas di Kabupaten Sleman, bisa dipercepat pelaksanaannya. Sebelumnya, bupati merencanakan di Bulan Oktober.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman Ery Widaryono memastikan, vaksinasi pelajar sekolah menengah pertama di Bumi Sembada, sudah 90 persen dari total 18 ribu sasaran.

Sehingga ia berharap, Bupati Kustini Sri Purnomo segera mengeluarkan keputusan. Apalagi kini, pihaknya sudah kirim nota dinas ke bupati.

”Kaitannya dengan kesiapan sekolah maupun program vaksinasinya, kita masih nunggu kebijakan bupati kapan sekolah mau dibuka,” terangnya saat dihubungi, Senin (20/9/2021).

Dia juga belum mengetahui, apakah nanti sekolah dibuka serentak, ataukah menggunakan sistem sampling hanya beberapa saja. Tentu saja, surat edaran Gubernur tentang pembelajaran tatap muka juga tetap diperhatikan.

Mengenai kesiapan sekolah, Ery sudah memberi arahan dalam rapat koordinasi pekan kemarin, dengan 117 kepala sekolah SMP, baik negeri maupun swasta.

”Jadi mutlak harus disetujui orang tua, kemudian ada enam daftar periksa seperti keputusan empat menteri,” ucapnya.

Daftar yang diwajibkan itu, meliputi pengaturan tempat duduk, kemudian pengaturan kedatangan dan kepulangan siswa. Lalu harus ada seting pembelajaran saat di kelas, yang seminggu masing-masing siswa masuk dua kali.

Sedangkan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Seyegan Rini Trimurti, sudah memahami berbagai ketentuan, untuk pelaksanaan pembelajaran di kelas, bagi 500 lebih siswa di sekolahnya.

”Kami sudah mengisi daftar periksa pembelajaran tatap muka, yang disiapkan terutama ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan,” terangnya.

Kemudian, kesiapan menerapkan wajib menggunakan masker dan punya thermo gun sebagai alat pengukur suhu, juga meminta ijin dari para orang tua siswa.

Untuk teknis pembelajaran, SMP Negeri 1 Seyegan menerapkan metode belajar di kelas seminggu dua kali, untuk masing-masing peserta didik. Kemudian, ada juga pembelajaran jarak jauh secara daring. (ws)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00