FOKUS: #PPKM MIKRO

Masih Banyak Tak Percaya Covid, Guru Berperan Mencerahkan

KBRN, Yogyakarta: Menghadapi pandemi yang masih berlangsung di Tanah Air, tenaga pendidikan diharapkan ikut berperan aktif mencerahkan masyarakat yang belum begitu paham dan abai. 

Hal itu diutarakan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr H Haedar Nashir. Ketika mengisi webinar nasional guru Muhammadiyah, Haedar berpesan agar para pendidik turut mencerdaskan anak bangsa dari beragam hoax pandemi. 

“Dunia pendidikan juga harus terpanggil dalam mencerahkan dan mencerdaskan akal budi masyarakat secara keseluruhan dan memberi panduan yang efektif bahwa kita menghadapi pandemi,” ujarnya. 

Haedar Nashir dalam webinar nasional yang berlangsung, Sabtu (24/7/2021) siang, mengaku prihatin pandemi sudah berjalan 17 bulan, masih ada kelompok atau sebagian masyarakat yang tidak percaya pada Covid-19. Anehnya lagi, banyak yang menolak vaksinasi atau imbauan pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Bahwa pandemi ini problem kita bersama, bukan orang per orang. Boleh jadi ada orang tidak percaya vaksin, tapi ingat. Banyak orang terkena dan meninggal sehingga kita harus punya empati,” tutur dia. 

Tokoh publik 

Guru Besar Fisipol UMY itu menambahkan, penolakan atau ketidakpercayaan terhadap vaksinasi dan prokes juga disuarakan oleh tokoh publik dan terkadang pemuka agama sendiri. Sebab itu, Haedar berpesan agar para guru memahamkan masyarakat bahwa pandangan tersebut tidak benar. 

“Ini posisi yang juga menyangkut pendidikan. Sebagai orang yang ada di dunia pendidikan yang menjunjung tinggi moralitas publik dan nilai utama dalam kehidupan. Sekaligus kita berkomitmen untuk menjaga jiwa sebagai satu kesatuan dengan menjaga agama, menjaga harta, menjaga keturunan dan menjaga akal sebagaimana tujuan syariat,” jelasnya. 

Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr H Abdul Mu’ti, Minggu (25/7/2021) malam, menyatakan dukungannya terhadap perpanjangan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 yang diumumkan langsung oleh Presiden Jokowi. 

"Semoga perpanjangan PPKM sampai 2 Agustus 2021 berjalan lancar dan bermanfaat untuk mengurangi pandemi Covid-19," ujar dia. 

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah itu juga meminta pemerintah meningkatkan keseriusan dalam kebijakan PPKM. Termasuk penyaluran bansos serta ketersediaan obat-obatan, oksigen dan juga peralatan medis lainnya. 

"Pemerintah dan seluruh aparat hendaknya memastikan PPKM berjalan efektif. Bantuan sosial dan obat-obatan tepat sasaran, tepat waktu, dan terpenuhi," tandasnya. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00