Desa Wisata Jangan Mati Saat Pandemi

Foto Ilustrasi Tempat Wisata di Sleman

KBRN, Yogyakarta : Penerapan protokol kesehatan yang ketat, perlu dilakukan Desa Wisata di Kabupaten Sleman, jika mereka ingin bergeliat kembali.

Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Umum II Kagama Anwar Sanusi, yang juga Sekjend Kementerian Ketenagakerjaan, dalam diskusi virtual Strategi Desa Wisata menyambut Pranatan Anyar Plesiran Jogja, Sabtu (6/3/2021).

Kagama melihat, sektor pariwisata menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi di Sleman, sehingga kata Anwar, Desa Wisata jangan dibiarkan mati akibat pandemi.

”Karena jika desa wisata tumbuh, akan tumbuh sektor lain seperti transportasi, makanan, penginapan juga sektor lainnya,” kata Anwar Sanusi.

Senada dengan Anwar Sanusi, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo juga menekankan pentingnya protokol kesehatan, dalam operasional desa wisata saat ini.

Selama berlangsung pandemi korona, 53 Desa Wisata di Sleman sepi kunjungan, yang berdampak langsung pada pendapatan 1800-an tenaga kerja di dalamnya.

”Kunci utama untuk mengembalikan kondisi, yang terpenting bagaimana mengembalikan kepercayaan publik bahwa pariwisata di Sleman aman dan terhindar dari Covid-19,” terang dia.

Desa Wisata menurut Kustini, terbukti mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi setempat saat sebelum terjadi pandemi, karena dikelola langsung oleh masyarakat. (ws)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00