Penjualan Gudeg dan Angkringan Menurun

Sentra Gudeg Kebon Dalem Yogyakarta

KBRN, Yogyakarta : Berbagai upaya dilakukan pemerintah maupun pelaku usaha untuk menjaga stabilitas ekonomi agar tetap beriringan dengan kesehatan pada masa tanggap bencana covid 19 di DIY saat ini.

Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 menjadi titik harapan geliat perekonomian di kota wisata ini. Namun upaya tersebut belum sesuai dengan harapan dari para pelaku usaha, seperti pada penjualan Gudeg. Penjualan makanan khas Yogyakarta ini menurun drastis dibanding masa liburan tahun lalu, seiring menurunnya kunjungan wisata ke Yogyakarta.

Salah seorang penjual gudeg di Sentra Gudeg Kebon Dalem Jl. Margo Utomo, yakni Yu Yem mengatakan, akibat pandemi, penjualan gudeg menurun drastis tinggal 30 persen saja. Pendapatan yang diperoleh hanya cukup untuk bertahan berdagang.

"Menurun banyak sekarang paling 30 persen, kalau sebelum corona bisa mencapai angka 1 juta rupiah selama corona sekitar 300 sampai 350," katanya, Kamis (24/12/2020).

kepada RRI, Ia mengungkapkan, libur akhir tahun juga diperkirakan tidak berdampak signifikan apalagi adanya banyak aturan yang wajib dijalankan pendatang, dipastikan berdampak pada penurunan kedatangan wisatawan.

"Inikan banyak pendatang tidak boleh masuk selama corona, ada syarat lha kalau tidak ada uang kayak perlu rapid test," imbuhnya.

Penjual Gudeg lain Bu Widodo juga menyatakan hal yang sama, pendapatan per hari kadang hanya mencapai 300 ribu, bahkan dua hari terakhir hanya Rp150 ribu per hari.

"Sekarang paling dapat 3 ratus, kalau dulu 5 ratus sampai 7 ratus, kemarin Tiga hari dapat 150 kadang sampai malam juga tidak ada yang beli,"

Sementara, Pedagang angkringan di Jl. Margo Utomo, Arjun Nur Cahyo menyatakan, penurunan wisatawan di musim libur akhir tahun kali ini sangat signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Pengunjung=-pengunjung ini sekarang, mau ke Malioboro jantung kota mau parkir sulit, terus mau masuk ke perbatasan rapid test juga. Jadi kebanyakan lokal malahan sekarang, apalagi orang-orang luar Jawa juga yang sudah lama di Jogja ya keluar," jelasnya.

Para pelaku usaha berharap pandemi COVID19 segera berakhir, ekonomi kembali pulih. (wur/ian/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00