Manajemen Rekayasa Lalin Pendukung Pedestrian Malioboro Ditetapkan

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti bersama Plt Kepala Dinas Perhubungan DIY, Ni Made Dwi Panti Indrayanti dan Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro melakukan koordinasi di Pos Teteg Stasiun Tugu
Kawasan Malioboro

KBRN, Yogyakarta : Pasca selesai ujicoba rekayasa lalu lintas pendukung pedestrian Malioboro yang berakhir Senin (16/11/2020), Pemerintah Kota Yogyakarta memberlakukan manajemen rekayasa lalu lintas mendukung pedestrianisasi Malioboro yang akan menjadi salah satu kawasan World Heritage City di DIY.

Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, pemberlakuan manajemen lalu lintas pendukung pedestrianisasi Malioboro mulai diterapkan.

"Ingin kami sampaikan bahwa, hari ini terhitung mulai tanggal 16 November sudah tidak ada uji coba lagi di Malioboro, yang ada adalah pemberlakuan manajemen rekayasa lalu lintas pendukung pedestrianisasi Malioboro," katanya dalam jumpa pers di Pos Teteg Stasiun Tugu Yogyakarta.

Yang berbeda pada manajemen lalu lintas Kawasan Malioboro dari uji coba sebelumnya, dijelaskan Haryadi hanya pada akses masuk menuju jalan Malioboro yang bebas kendaraan mulai pukul 18.00-21.00 wib.

Menurutnya, penerapan dilakukan sesuai hasil kajian bersama dengan Pemda DIY, Polresta Yogyakarta, Dinas Perhubungan DIY maupun Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta dengan tetap memperhatikan tiga aspek fungsi penting di Malioboro seperti fungsi sosial, ekonomi, maupun fungsi transportasi.

"Kemarin adalah uji coba, sekarang sudah kita terapkan manajemen rekayasa lalu lintas mendukung pedestrian malioboro. Jadi mendukung itu bahasanya to World, menuju ke World Heritage City di wilayah DIY yaitu penggal kawasan Malioboro," imbuhnya.

Meski telah diterapkan, namun Haryadi menjelaskan, akan terdapat evaluasi rutin mingguan bulanan bahkan ketika musim libur panjang yang melibatkan Pemda dan Polresta untuk mengetahui dampak penerapan tersebut.

"Semua kita perhitungkan aspek pariwisata, ekonomi, aspek dampak lalu lintas yang dirasakan Polres, aspek gelar pasukan yang perlu perhitungan dan dijaga. Kita ingin juga selama masa penerapan ini, bersama Polres dan Dishub menata sirip-sirip. Dan ini PU jalan harus bagus rambu tidak boleh ada yang warna abu-abu. putih ya putih, merah ya merah kalau sekarangkan masih ada beberapa," ungkapnya.

Rambu pendukung maupun sosialisasi geratori manajemen lalu lintas kawasan Malioboro akan menggunakan videotron yang dapat diakses masyarakat yang saat ini masih dalam proses baik bentuk maupun titik pemasangan.

"Ke depan infrastruktur parkir pasti kita benerin, infrastruktur fasad Malioboro pasti kita betulin. jadi pedestrian tidak sama dengan kemarin hanya beda ada kendaraan dan tidak," jelasnya.

Untuk menyamakan waktu penerapan manajemen lalu lintas di jalan Malioboro, akan dilakukan perbaikan pada tugu jam yang berada di pintu masuk maupun dipasang di pos jaga Teteg Stasiun Tugu.

"Jam mau diperbaiki agar masuk bisa seragam. bukan masalah merek yang penting akurasi," pungkasnya. (ian/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00