Malioboro Bebas Kendaraan Bermotor Selama Dua Pekan

KBRN, Yogyakarta : Kawasan Jalan Malioboro Yogyakarta, mulai tanggal 3 s/d 15 November 2020 dilakukan ujicoba penerapan bebas kendaraan yakni sebagai kawasan pedestrian atau khusus pejalan kaki.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X berharap masyarakat membiasakan diri berjalan kaki saat memasuki kawasan Malioboro, seiring telah dilakukannya ujicoba pedestrian Malioboro tersebut.

Sri Sultan mengatakan, berjalan kaki juga menjadi kebiasaan di wisata luar negeri untuk menjaga lingkungan yang sehat dan nyaman.

Namun diakuinya, penerapan pedestrian Malioboro juga terhambat sikap pelaku wisata yang ingin memanjakan wisatawan dengan mengantar masuk sampai ke pintu lokasi tujuan, dan wisatawan tidak perlu berjalan kaki.

“Maslaahnya pelaku wisata, kadang ingin mengantar wisatawan hingga ke depan pintu lokasi tujuan, sehingga penerapan jalur pedestrian sulit. Mestinya tidak seperti itu,” kata HB X kepada wartawan di Kepatihan, Selasa (3/11/2020).

Terkait, pelaku usaha perdagangan Malioboro yang mengeluhkan sepinya penjualan, dan penurunan pendapatan setiap ujicoba pedestrian, Sri Sultan mengatakan, Pemda DIY telah mencarikan solusi untuk mengatasi kekhawatiran pedagang tentang berkurangnya pemasukan.

Salah satunya dengan pemanfaatan Hotel Mutiara yang telah diambil alih oleh Pemda DIY untuk memajang, memamerkan usaha mikro kecil menengah dan pariwisata.

“Kami carikan way out makanya kami bicara pengosongan Hotel Mutiara. Ini jadi pilihan-pilihan, bagaimana dia tidak lepas dari Malioboro tapi juga bagaimana kehidupan masyarakat atau PKL lebih baik. Istilah saya perlu naik kelas,” lanjutnya. (yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00