Hingga Kini, Insiden Sengatan Ubur-Ubur di Pantai Parangtritis Capai 686 Kasus

Ubur-Ubur Beracun di Pantai Parangtritis

KBRN, Yogyakarta : Suara debur ombak dan hembusan sejuk angin laut, di tengah terik sinar matahari, Rabu (8/7/2020) siang, membuat wisatawan Pantai Parangtritis, makin asyik bermain air.

Dea Fitriani, salah satu pengunjung pantai dari Klaten Jawa Tengah, seolah tidak peduli bahaya ubur-ubur laut, yang tergeletak di atas pasir sepanjang pesisir selatan.

Padahal, sengatan tentakel satwa laut mirip balon warna biru itu, bisa menyebabkan sakit perut hingga sesak nafas.

”Tahu sih kalau ada ubur-ubur, setelah dikasih tau waktu mau sewa tikar, bapaknya bilang hati-hati kalau main air,” kata Dea.

Ubur-Ubur Laut Ukuran Kecil Bergerombol di Pesisir Pantai Parangtritis

Saat dilakukan ujicoba pembukaan Pantai Parangtritis, mulai tanggal 1 Juli lalu, lokasi wisata tersebut diserbu puluhan ribu pengunjung, setelah sebelumnya ditutup akibat Pandemi Virus Corona.

Danang Asyudi, personel SAR Pantai Parangtritis, sering menangani kasus sengatan ubur-ubur laut yang dialami wisatawan. Insiden terbanyak pada Selasa (7/7) kemarin, tercatat hingga 252 kasus.

”Kalau siklus sengatan ubur-ubur biasanya pagi dan sore, ini kan karena faktor cuaca juga, ini kondisi panas tapi udaranya dingin,” ungkapnya.

Ia pun mengeluhkan sikap pengunjung yang tidak mau tahu, meski pihaknya sudah menyampaikan himbauan tentang bahaya sengatan ubur-ubur beracun. Bahkan, petugas SAR yang siaga di posko, juga menyampaikan pengumuman lewat pengeras suara.

”Namun jika ada yang tersengat, kami sudah menyiapkan obatnya, yaitu diolesi salep dan tetesan cuka, untuk menetralisir racun ubur-ubur,” imbuh dia.

Sesuai data di Posko SAR, kasus sengatan ubur-ubur mulai tanggal 1 Juli sebanyak 17 kasus, tanggal 2 Juli 44 kasus, tanggal 3 Juli 28 kasus, tanggal 4 Juli 160 kasus, tanggal 5 Juli 139 kasus, tanggal 6 Juli 27 kasus, tanggal 7 Juli 252 kasus, dan tanggal 8 Juli 19 kasus.

Wisatawan Kurang Hati-Hati

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo meminta wisatawan di Pantai Parangtritis lebih berhati-hati saat bermain air, agar tidak menjadi korban sengatan ubur-ubur, yang terjadi saat peralihan musim.

Bentuk Ubur-Ubur Beracun Seperti Gelembung Balon Warna Biru, Seringkali Mengecoh Pengunjung

”Pas main air tiba-tiba ombak naik ada ubur-ubur, lalu tidak sengaja kena, karena tidak mengenal wujud binatang ini, sehingga mereka tidak waspada,” ucapnya.

Upaya mencegah insiden laut seperti sengatan ubur-ubur, sudah dilakukan Dinas Pariwisata Bantul, dengan memasang papan larangan berenang di kawasan pantai, tetapi hal itu seringkali dilanggar pengunjung. (ws/yyw)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00