Baru 25% Pengusaha Jasa Pariwisata di Indonesia Kantongi Standarisasi dan Sertifikasi

KBRN, Gunungkidul: Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyebut baru 25% usaha pariwisata di Indonesia yang memiliki sertifikasi standsrisasi usaha, termasuk di Kabupaten Gunungkidul. 

Direktur Standarisasi dan Sertifikasi Usaha Kemenparek, Oni Yulian memberi contoh, dalam jasa pariwisata diumpamakan jika berwisata membutuhkan transportasi, perlu tempat menginap (akomodasi) tempat makan minum, beli souvenir, kesenian dan salah satu komponennya adalah rumah makan ataupun restoran. 

"Memang kita dalam tahap untuk demikian. Untuk persentasenya total Indonesia dari sekitar 128 ribu mungkin yang tersandarisasi belum ada 25 persennya," terang dia, Rabu (10/8/2022). 

Pihaknya kini tengah berusaha keras mendorong kalangan pengusaha sektor pariwisata untuk melakukan standarisasi dan sertifikasi usaha mereka. Caranya dengan melakukan bimbingan teknis dan pendampingan untuk menggapai standarisasi sdan juga sertifikasi tersebut. 

Seperti yang mereka lakukan di wilayah Gunungkidul hari Rabu ini. Mereka mengundang puluhan pengusaha restoran di Gunungkidul dan beberapa di dari DIY untuk mengikuti bimbingan teknis tersebut. Harapannya akan semakin banyak pengusaha pariwisata yang memahami standarisasi tersebut. 

Dia mengakui memilih Nglanggeran sebagai lokasi karena beberapa pertimbangan. seperti diketahui, Indonesia itu kini sedang giat mendorong kemajuan 5 destinasi super prioritas Danau Toba, Borobudur, Mandalika Labuhan Bajo. 

Selain itu, di nasional juga ada Global Unesco Geopark Gunungserwu. Sehingga Kemenparek datang ke Gunungkidul dalam rangkap mempercepat pemahaman standarisasi dan sertifikasi usaha pariwisata khususnya restoran di Destinasi Super Prioritas Borobudur dan kawasan Global Unesco Geopark Gunungsewu. 

"Untuk targetnya memang kita di tahun ini menargetkan 285 usaha yang menyatakan bahwa dia memahami dan akan mematuhi standar itu untuk mengikuti standar itu. Di Gunung Sewu ini kita menargetkan sekitar 40 sampai 50 usaha yang paham dan berkomitmen untuk mematuhi standar usaha pariwsiata," pungkas dia.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar