Organda: Tidak Efektif, Skrining Kendaraan di Satu Pintu

KBRN, Yogyakarta : Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY mengusulkan agar skrening kendaraan pariwisata  dilakukan di pintu perbatasan, bukan melalui satu pintu One Gate System, karena dinilai  tidak efektif dan kontra produktif.

Menurut Ketua DPD Organda DIY Hantoro, pemeriksaan kendaraan pariwisata tidak dilakukan di satu pintu masuk seperti pada One Gate System, akan tetapi di pintu-pintu  perbatasan.

“Ini mengingat untuk mengurangi kepadatan lalu lintas maupun menekan penyebaran Covid 19 kalau dilakukan hanya satu pintu justru tdk efektif,” jelasnya, Senin  (25/10/2021).

Hantoro juga menyebut, saat ini kendaraan pariwisata yang masuk Jogja baru 5 persen jauh dibandingkan jumlah wisatawan yang masuk dengan kendaraan pribadi. Pada hal kendaraan pribadi yang justru membat kemacetan dan memudahkan penularan Covid dari pada berwisata dengan kendaraan public pariwisata.

Diungkapkannya, saat ini operasional kendaraan anggota Organda baru 30 persen, pada hal jumlah kendaraan wisata yang berijin sebanyak 817 kendaraan.

Sementara untuk ganjil-genap, Hantoro juga menyatakan tidak setuju, karena untuk menembus ke obyek wisata sudah menggunakan aplikasi Peduli lindungi.

Jadi kalau persyaratannya tidak memadai, wisatawan tidak bisa berwisata karena tidak lolos aplikasi PeduliLindungi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00