Dusun Butuh Nepal Van Java Terus Bersolek Hadirkan Suasana Penuh Warna

Penyerahan secara simbolis CSR Nippon Paint ke Dusun Butuh

KBRN, Magelang : Lintasan pendakian Gunung Sumbing tepatnya Dusun Butuh, Desa Temanggung, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang yang berada diketinggian 1.600 diatas permukaan laut, menjadi salah satu desa wisata viral pada bulan Juli tahun 2020 lalu, bahkan menjadi salah satu desa wisata yang mendapatkan perhatian dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno.

Kepala Dusun Butuh Lilik Setiyawan mengatakan, daya tarik muncul akibat banyaknya pendaki yang mengabadikan momen pendakiannya.

Sehingga ditambahkan Lilik, dengan tata letak pemukiman rumah penduduk yang bertumpuk kerap disandingkan dengan pedesaan Namche Bazaar, Nepal di Pegunungan Himalaya.

"Kalau kata-kata Nepal sendiri itu sebenernya sudah muncul sejak bulan Juni tahun 2019. Kemudian viral di bulan Juli 2020," katanya di Dusun Butuh, Kamis (14/10/2021).

Melalui potensi Nepal van Java tersebut, secara swadaya para warga berbenah dengan mempercantik bangunan dengan memberikan warna-warni disetiap bangunan.

"Awal pertama buming itu ya jelas kaget, tapi kami terus berupaya agar bagaimana dapat menyesuaikan dan mencari peluang untuk membangkitkan ekonomi warga sekitar," imbuhnya.

Menurutnya, dusun dengan memiliki luas sekitar 12 hektar dan jumlah warga 1.900 orang lebih, melalui potensi yang dimiliki mampu memberdayakan 475 kepala keluarga baik itu Parkir, TPR, ojek, pedagang sayur, warung kelontong maupun menyediakan spot foto selfie pribadi.

"Jelas ada peningkatan, tapi memang belum merata. Sebagian mereka  yang mampu memanfaatkan kondisi ini ada yang jadi petugas parkir, jualan toko kelontong, sayur maupun menyediakan spot untuk foto. Itu lumayan kalau diibaratkan untuk tunjangan karena ada dasarnya mereka tetap berprofesi sebagai petani," terangnya.

Melihat potensi pariwisata yang ada di Nepal van Java Dusun Butuh Kaliangkrik sehingga memiliki multiplier effect, Nippon Paint melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR) kembali melakukan upaya pengecatan.

"Ini dari 2017, kita masuk di tahun 2019. Jadi 2019 di sebelah kanan, 2020 sebelah kiri. Nah untuk 2021 ini kita ambil tengah sampai ke belakang itu melengkapi seluruh areanya supaya tercat semua," kata Area Salwa Manager Jawa Tengah Nippon Paint Topan Wijaksono.

Sejak tahun 2019, Topan menyebutkan Nippon Paint telah mendonasikan sebanyak 1.361 liter cat untuk diaplikasikan di 300 rumah warga atau setara dengan 6.805 meter persegi.

Topan juga berharap melalui program CSR bagi Nepal van Java mampu memberikan warna bagi para wisatawan yang berkunjung baik mengabadikan momen, maupun menelusuri setiap jalan untuk menikmati keindahan di Dusun tersebut.

"Kedepan Nippon Paint berharap pengecatan ini dapat meremajakan wajah Dusun Butuh Kaliangkrik dan semakin menarik wisatawan sehingga perekonomian warga juga meningkat," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein dalam sambutannya menyampaikan, upaya pengembangan pariwisata dibutuhkan sinergi dari berbagai pihak, termasuk dukungan yang dilakukan di Dusun Butuh Nepal van Java.

"Ini adalah wujud kebersamaan kita, berkolaborasi dalam pengembangan desa pariwisata," ujarnya.

Menurut Slamet terdapat 5 unsur yang harus terpenuhi dalam upaya pengembangan pariwisata yaitu akademisi, pelaku bisnis, komunitas, government, serta media.

Nantinya, akan dilakukan pengembangan sport tourism di Dusun Butuh, termasuk 3 desa lain yang berada di sekitaran Nepal van Java.

"Kekuatan lima ini tak kala kita bersatu, nanti akan memudahkan dan memperlancar pengembangan wisata khususnya desa wisata yang kita miliki. Kami mewakili Pemda hal ini bisa diteruskan ke desa-desa wisata lain," terangnya.

Sementara terkait kendala-kendala pengembangan desa wisata terutama masalah akses, Slamet Achmad Husein menyebutkan, akan mengkolaborasikan seluruh OPD terkait seperti Pertanian, DPUPR, Dinas Pariwisata, maupun Kominfo untuk mensinergikan setiap program

"Pertanian disini tetap walau ada pariwisata, tetap pertanian jalan. Tetap mereka yang setiap harinya mengelola pertanian tetap kita arahkan jangan meninggalkan itu. Terkait infrastruktur kita dengan DPU seluruh jalan kabupaten akan kita betulkan. Bahkan jalan provinsi sudah kita lebarkan satu meter, satu meter untuk ke arah Kaliangkrik dan sebagainya," pungkasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00