FOKUS: #PPKM MIKRO

Ratusan Kendaraan Wisatawan di DIY Diputarbalik

KBRN, Yogyakarta : Satgas Covid-19 DIY Bidang Gakumdu memutarbalikkan hampir seribu kendaraan yang hendak masuk ke obyek wisata yang sebenarnya belum buka secara resmi. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY, Noviar Rahmad menyebut ada ratusan kendaraan wisatawan di kawasan pantai di Gunungkidul, Bantul, dan Kulonprogo, yang diputarbalik pada Sabtu (2/10/2021). Hal itu disebabkan objek wisata tersebut belum resmi dibuka selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di DIY. 

“Di Gunungkidul ada sekitar 300 kendaraan yang diputar balik. Di Bantul dan Kulonprogo hampir sama jumlahnya yang diputar balik,” kata Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad, saat dihubungi Minggu (3/10/2021). 

Noviar menambahkan kendaraan wisatawan yang diputarbalik bervariasi. Ada rombongan bus pariwisata dan kendaraan pribadi. 

Pihaknya menerjunkan sebanyak 328 personel di lapangan terutama wilayah pantai. Objek wisata tersebut dijaga karena belum mendapatkan rekomendasi izin beroperasi pada masa PPKM level 3 ini. 

Meskinbegitu banyak diakui juga kendaraan wisatawan yang lolos dari pantauan petugas melalui jalur-jalur tikus dengan bantuan warga sekitar. 

“Iya banyak yang lolos karena pelaku wisata di setiap lokasi juga menginginkan adanya pengunjung. Jadi petugas kami tidak bisa juga terlalu keras karena berhadapan dengan penduduk sendiri,” tambah Noviar. 

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo juga mengakui banyak wisatawan yang sudah mencuri start dengan mengunjungi objek wisata yang belum buka di masa PPKM level 3 ini, terutama di kawasan pantai selatan DIY. 

“Kami sampaikan juga ke Kementerian apakah dibolehkan [objek wisata belum CHSE] dengan persyaratan protokol kesehatan ketat dan PeduliLindungi,” kata Singgih. 

Untuk penerapan aplikasi PeduliLindungi diakui Singgih tidak menajdi persoalan dan bisa dipasang di pintu masuk loket atau tempat pemungutan retribusi (TPR). 

“Karena kan kita melihat ditutup saja mereka cari jalan lain tanpa pengawasan itu jauh lebih beresiko, lebih baik dilakukan pengawasan dibuka tapi dengan persyaratan yang ditetapkan,” katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00