Wujudkan Ketahanan Pangan Mandiri Melalui Lumbung Pangan Mataram

Launching Gerakan Relawan Hijau & Relawan Mengajar di RW.04 Demangan (24/7/2020)

KBRN, Yogyakarta : Mendukung pemenuhan bahan pangan di tingkat masyarakat, Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pertanian dan Pangan melanjutkan program lumbung pangan Mataram yang tahun sebelumnya dilakukan Pemda DIY di 4 lokasi.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kota Yogyakarta Suyana mengatakan, program Lumbung Pangan Mataram tahun 2020 terdapat 3 titik lokasi seperti di Ngudimulyo Pugeran Kelurahan Suryodiningrat, Rw 14 Purbayan Kotagede dan Kelompok Markisa Karangwaru. 

"Sebetulnya program lumbung pangan Mataram itu adalah kegiatan di masyarakat untuk bisa secara mandiri menyediakan bahan pangan mereka sendiri," katanya, di Yogyakarta Senin (19/10/2020).

Menurutnya, program kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat agar secara mandiri mampu menyediakan bahan pangan yang meliputi protein, karbohidrat, serta sayur mayur. 

"Mengajari dari nol sampai penanganan pasca panen. Mereka didampingi PIAT UGM dan PSEK UGM pendamping orang hebat organisasi sangat hebat dengan harapan hasilnya juga hebat," imbuhnya.

Menggandeng para ahli dari Pusat Inovasi Agroteknologi (PIAT) UGM dan Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (PSEK) UGM, sehingga diharapkan hasil yang dicapai bisa optimal dan maksimal baik untuk pemenuhan sehari-hari maupun untuk kegiatan ekonomi masyarakat. 

"Misal sawi itu satu bonggol bisa sampai Dua kilogram itu di Pugeran, itu bibit dan pendamipngan dari PIAT dan memanfaatkan lingkungan untuk kebutuhan bisa juga mencukupi kolam ikan juga bisa. Sementara kita minta kembangkan pakan lele dari magot, dari larva lalat itu akan dipakai makanan lele. Kemudian ada yang mengusulkan untuk dilengkapi dengan yang  sekarang madu klanceng mudah-mudahan bisa terlaksana juga di 3 lokasi, kalau harapan kan PSEK untuk ekonomi kerakyatan itukan madu klanceng baru trend dan mahal harganya," jelasnya.

Sementara program lanjutan Lumbung Pangan Mataram yang dilakukan sepenuhnya menggunakan Dana Keistimewaan sekitar Rp 600juta tersebut  telah digelar Bimbingan Teknis pengelolaan lumbung pangan Mataram awal bulan Oktober, sebagai upaya ketahanan pangan dimasa pandemi covid 19 dan diharapkan mampu menumbuhkan, serta meningkatkan ekonomi masyarakat dan pemenuhan gizi masyarakat yang nantinya dapat berkembang menjadi wisata urban farming.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00