Menuju Ketahanan Pangan, Optimalkan Pengelolaan Tarumartani

Komisi B DPRD DIY mengunjungi UPT Pembibitan Ngipiksari, Sleman/ist

KBRN, Yogyakarta : Yogyakarta memiliki potensi yang luar biasa dalam bidang pertanian, dan merupakan aset untuk menuju ke kedaulatan pangan.

Direktur PT Tarumartani, Nur Ahmad Affandi saat mendampingi Komisi B DPRD DIY mengunjungi UPT Pembibitan Ngipiksari, Sleman mengatakan, meski potensi pertanian DIY sangat besar, namun belum menunjukkan hasil yang optimal karena belum adanya integrasi antara pengelolaan di tingkat hulu dan hilir.

Sebagai contoh, gabah yang masih banyak kotorannya, dari sisi pengelolaan pertanian sudah cukup bagus, namun persoalan bibit dan pupuk yang dikendalikan pasar juga sangat mempengaruhi hasil.

"Selama ini gapoktan yang mempunyai usaha penggilingan atau temen-temen yangg mempunyai usaha yang bergabung dalam perpadi sering mengeluhkan pasokan gabah yang rendemennya rendah, rata-rata 46 persen berarti kan masih banyak kotorannya. Petani, itu akan menghasilkan padi yang bagus kalau dia memperoleh bibit yang bagus kemudian pupuk pada saat yang tepat. Kalau usah taninya mrk sudah sangat jago tetapi bibit dan pupuk tergantung kemampuan ekonomi," katanya, Kamis (2/7/2020).

Menurutnya, instansi terkait Dinas Pertanian tidak dapat berbuat banyak karena hanya memiliki kewenangan terlibat pada onfarm-nya saja. Untuk itu, Diperlukan peran BUMD untuk memgakomodir integrasi pengelolaan pangan dari hulu ke hilir.

PT Tarumartani sebenarnya siap menjalankan pengelolaan pangan dari hulu ke hilir, jika memang diberi kewenangan, namun hingga saat ini PT Tarumartani baru diberikan tugas untuk menyimpangan cadangan pangan DIY. 

Maka kami pernh mengusulkan kpd dinas pertanian agar ini diintegrasikan rupanya itu tdk bisa pemerintah krn dinas pertanian hanya on farm tetapi off farm tidak terlibat. Diperlukan peran dari dunia usaha mungkin yang bisa mewakili pemerintah ya bumd tetapi terus terang kami baru diberi tugas untuk menyimpan cadangan makanan saja, tapi untuk mengelola dari hulu ke hilir belum ada," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD DIY RB Dwi Wahyu Budiyantoro mengatakan, sudah saatnya pemda DIY memiliki skema pangan yang tangguh, dari hilir sampai hulu, bahkan jika perlu melibatkan pihak ketiga untuk secara bersama sama memajukan pertanian di DIY.

Kewenangan BUMD Tarumartani sebagai garda terdepan konsep kedaulatan dan ketahanan pangan harus didorong seoptimal mungkin. Salah satunya memastikan produksi petani terserap pasar.

"Terkait dengan ketahanan pangan jadi produksi sampai kepada pemasaran itu harus dikelola secara komprehensif kalau tidak, maka petani tidak akan produksi karena tidak ada pasar. Kita akan evaluasi kembali kewenangan Tarumartani terkiat ketahanan pangan supaya optimal kelola ketahanan pangan dari hulu sampai hilir," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama Anggota komisi D DPRD DIY Yuni Satya Rahayu menyatakan, UPT Pembibitan DIY merupakan potensi yang cukup besar dan harus dioptimalkan. kebun pembibitan diharapkan tidak hanya sekedar menyediakan bibit. Tetapi bisa bekerja sama dengan lintas sektor baik itu pariwisata, perdagangan  dan UKM serta pendidikan. (wur/ian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00