Perda RTRW DIY Harus Akomodir Penyelamatan Lahan Pertanian Berkelanjutan

KBRN, Yogyakarta : DPRD DIY dan Pemda DIY terus mencari masukan berbagai pihak terkait draft Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DIY tahun 2019-2039. Salah satunya melalui Rapat Dengar Pendapat yang digelar di DPRD DIY, Selasa (13/2/2019) siang.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto pada RDP Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) DIY 2019 - 2039 , menyoroti kondisi lahan pertanian di DIY yang semakin berkurang. Bahkan jika tidak dikelola dengan baik, dalam kurun waktu 20 tahun hingga 2039, hilangnya lahan pertanian bisa mencapai lima ribu hektar.

Untuk itu, pihaknya berharap Perda RTRW baru yang tengah disusun benar-benar memiliki keberpihakan pada terjaganya lahan pertanian di DIY.

"Upaya kita hari ini, untuk bagaimana menyelamatkan lahan pertanian, karena saya khawatir lahannya semakin menghilang. Sementara di PDRB pun kontribusi pertanian itu semakin turun. Harapan kita justru melalui RTRW itulah kita akan mengurai pembangunan di Jogja ini menjadi lebih bagus lagi," katanya.

Menanggapi usulan DPRD tersebut, Sekda DIY, Gatot Saptadi mengatakan, dalam Raperda diatur Luasan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) mencapai 72.409 hektar, dan cadangan 32.495 ha.

Menurutnya, tugas kedepan adalah mengendalikan luasan tersebut tetap terjaga. Jika memang ada yang beralih fungsi, harus ada penggantian lahan pertanian baru sehingga luasan lahannya tidak berkurang. Termasuk di dalamnya pada pengembangan kawasan aerotropolis bandara tidak mengurangi luasan lahan pertanian.

"Tugas kedepan mengendalikan luasan ini tetep terjamin tidak ada perubaham sampai 2039. Cita-cita tata ruang dokumen ada. Kemudian setiap ada lokasi mana yang menjadi LP2B. Bandara juga artinya yang dilakukan aerotropolis pendekatannya adalah mempertahankan persawahan tersebut ada di areal aerotropolis tidak serta merta sawah menjadi aktivitas ekonomi lainnya. Garis pantai ya penjabaran dimungkinkan pengaturan lebih lanjut hal itu," jelasnya.

Raperda RTRW DIY 2019 - 2039 yang tengah disusun terdiri atas 13 bab, 112 pasal. Raperda ini mengganti Perda RTRW lama seiring adanya banyak perubahan yang terjadi di DIY mulai dari dampak erupsi Merapi 2010, maupun dampak pembangunan sejumlah infrastruktur prioritas, salah satunya Bandara Internasional Baru Yogyakarta di Kulon Progo. (ian/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00