KLHK Sumbangkan 25 ribu Bibit Untuk Hutan Tematik Nangka DIY

Dok. Humasjogja
Dok humasjogja

KBRN, Yogyakarta : Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI akan menyumbangkan 25.000 bibit nangka untuk ditanam di area Hutan Tematik Wana Boga, Candi, Karangmojo, Gunungkidul, DIY.

Sekertaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Bambang Hendroyono menyatakan secara teknis, bantuan bibit nangka ini akan mulai didistribusikan pada 28 November 2021 mendatang.

"Beberapa jenis akan ditanam di Plasma Nutfah Nangka ini.  yaitu jenis nangka sayur guna mendukung penyediaan bahan baku gudeg khas Yogyakarta, dan nangka jenis buah yang bisa langsung dikonsumsi. Kualitas bibit yang akan kami salurkan tentu sangat baik, dipastikan bisa cepat berbuah pada usia kurang dari 3 tahun," terang Bambang Hendoyono, Sekertaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, di sela-sela penanaman pohon nangka di area Hutan Tematik Wana Boga, Candi, Karangmojo, Gunungkidul, DIY, Sabtu, (2/10/2021).

KLHK juga sangat mengapresiasi dan mendukung upaya DIY dalam meningkatkan pemanfaatan hutan. Upaya ini sangat baik untuk memulihkan lingkungan dan memulihkan fungsi hutan bagi kesejahteraan masyarakat.

"Selama ini  hasil hutan identik dengan kayu keras, seperti kayu jati. Namun, kini ada juga hasil non kayu kayu yaitu pohon buah-buahan. Tidak kalah penting kebijakan pemanfaatan jasa lingkungan, nah disitulah kemudian jasa wisata dan menyatu dengan kehidupan masyarakat di areal hutan produksi yang tersebut,” jelasnya.

Bambang juga berharap, upaya pengembangan hutan di Hutan Tematik Wana Boga ini mampu meningkatkan pendapatan masyarakat dan memulihkan ekonomi.

“Ini akan menjadi salah satu upaya pelaksanaan rehabilitasi hutan dengan pendekatan masyarakat. Selanjutnya ini juga bisa menjadi pusat pengembangan teknologi tanaman kehutanan. Kita harap DIY akan mampu kembali menjadi percontohan bagi provinsi lain dalam mengembangkan hutan tematik,” harap Bambang.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala DLHK DIY, Kuncoro Cahyo Aji menjelaskan, Hutan Wana Boga ini nantinya akan diberdayakan seluas 96 hektar untuk menjadi laboratorium nangka di Indonesia.

Dari jumlah itu, 56 hektar akan pergunakan sebagai hutan produksi nangka.

Keberadaan hutan tematik ini menambah jumlah keseluruhan hutan tematik di DIY menjadi 11 tempat, dan sudah didaftarkan sebagai kearifan lokal DIY.

“Hutan tematik kita ada diantaranya wana wisata di daerah Mangunan, kemudian ada Wana Kriya, kemudian juga ada wana Husada nanti dibeli barang jadi di sana sudah ada kayu putih, madu. Juga termasuk di kawasan Lereng Merapi, di sana ada hutan dan kami berharap untuk bisa menjadi satu kesatuan dengan TNGM nanti juga akan kami tanami untuk pohon-pohon langka, misalnya kemenyan dan lain sebagainya,” jelas Kuncoro.

Selain di tempat-tempat tersebut, juga akan ada pengembangan hutan mangrove di Baros sebagai  hutan mangrove yang terpadu.

"Selain itu juga akan dikembangkan  wisata kepiting yang nantinya akan dikelola oleh masyarkat sekitar. 11 hutan tematik ini menurut Kuncoro dikelola bersama dengan masyarakat, bekerjasama dengan BUMN dan BUMS dan koperasi, termasuk juga dikerjasamakan dengan pendampingan dan pembinaan langsung dari KPH," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00