Ini Dia, Filosofi Unik dari Dawet Sambel Kulon Progo

KBRN, Kulon Progo : Dawet jamak ditemukan diberbagai tempat di Indonesia. Umumnya, dawet biasa ditemukan jumpai sebagai minuman segar yang disajikan dingin dengan rasa yang manis karena memakai gula. Akan terasa lebih nikmat jika diminum saat cuaca sedang terik-teriknya.

Namun berbeda dengan dawet Di Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon jatimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Disana terdapat dawet yang memiliki citarasa pedas, yang dinamai Dawet Sambel.

Wakil Bupati Kulon Progo, Fajar Gegana, mengatakan, dawet sambel sama seperti dawet pada umumnya. Hanya saja yang membedakan adalah dawet sambel tidak memakai santan. Selain ada rasa manis karena ada unsur gula, juga ada rasa pedas karena ada unsur sambal di dalamnya.

Menurut Fajar, sambal tersebut juga berbeda karena terbuat dari kelapa yang diiris-iris. Setelah digoreng, kemudian ditumbuk dan diberi cabai, mirip sambal pecel.

"Dulunya pembuat Dawet Sambel berjualan pecel sama dawet. Saat pecelnya habis dan dawetnya masih ada, kemudian ada pembeli ingin makan dawet tapi tidak pakai santan, justrumalah dikasih sambel pecel. Karena dirasakan enak, akhirnya semakin ke sini malah jadi tradisi makan dawet pakai sambel," ucap Fajar Gegana, di Kulon Progo, Kamis (2/9/2021).

Fajar Menambahkan, secara umum, kuliner tersebut memiliki perpaduan tiga rasa, pedas, manis dan gurih. Tiga rasa yang dicampur dalam satu mangkok ini mengandung filosofi bahwa masyarakat di Jatimulyo merupakan masyarakat majemuk yang bisa menerima wisatawan tanpa membeda-bedakan suku, ras, maupun agama

Menurutnya, pada tahun 2019, Dawet sambel dinobatkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu warisan budaya tak benda. Di Kalurahan Jatimulyo, kuliner ini dijual banyak dijual di tempat wisata, dan di warung pinggir jalan dan juga pasar rakyat.(hrn).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00