Harga Anjlok, Petani Telantarkan Tanaman Cabe

KBRN, Yogyakarta : Tanaman cabe rawit merah pada 1700 meter persegi lahan di Sumberrahayu Moyudan Sleman, tidak tumbuh dengan baik.

Sudah sebulan terakhir, Suroto sebagai petani cabe, sengaja tidak merawat tanaman miliknya.

Harga jual cabe yang anjlok hingga Rp 6 Ribu per kilogram, jadi penyebannya.

Hasil panen 30 kilogram cabe, tidak sebanding dengan biaya produksi, terutama untuk membeli setengah kuintal pupuk NPK yang harganya di atas 500 ribu rupiah.

"Nggak dipupuk nggak diapa-apain, saya biarkan saja," katanya Kamis (2/9/2021).

Petani cabe lainnya bernama Jumadi, juga bernasib sama. Panen cabe rawit merah, tak lagi memberinya untung.

Kepada pengepul, ia terpaksa melepas di harga Rp 6 Ribu per kilogram.

Padahal sebelumnya, harga jual cabe rawit merah, menyentuh Rp 15 Ribu per kilogram.

"Sekarang kalau panen cabe gak dapat apa-apa, ndak tahu pengaruh apa harganya anjlok," terang dia.

Sebagai petani cabe, Jumadi berharap harga salah satu komoditas pokok ini kembali normal, agar petani seperti dirinya tidak menanggung rugi. (ws)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00