Konsumsi Buah Belum Jadi Kebiasaan di Sleman

KBRN, Yogyakarta : Tingkat konsumsi buah di Kabupaten Sleman, hingga kini relatif rendah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono terus mengkampanyekan gerakan makan buah.

Upaya ini dilakukan, agar masyarakat Sleman bisa memenuhi anjuran konsumsi buah yang ditetapkan WHO, yaitu 150 gram per kapita setiap hari.

Secara harian, rata-rata konsumsi buah masyarakat di Bumi Sembada, hanya separuh dari standar yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia tersebut.

”Harus kita dorong terus agar konsumsi meningkat, agar petani yang memproduksi tertarik meningkatkan produksi buah,” katanya saat dihubungi, Minggu (22/8/2021).

Tetapi diakui, hingga kini belum banyak sentra buah di Kabupaten Sleman. Hanya buah salak saja, yang sejak lama menjadi varietas khas.

Di wilayah Moyudan kata dia, sudah muncul embrio sentra buah Kelengkeng, kemudian sentra buah Jeruk di Seyegan juga Jambu Kristal di beberapa tempat.

”Kemarin saya mendampingi Pak Sri Purnomo mantan Bupati, menanam Alpukat, Kelengkeng dan Durian di Argomulyo Cangkringan,” imbuhnya. (ws)  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00