FOKUS: #PPKM MIKRO

Angkat Nasib Petani, Polda DIY Borong Beras dengan Harga Menggiurkan

KBRN, Yogyakarta: Kondisi pandemi Covid-19 yang serasa tak kunjung berakhir saat ini berimbas ke semua lapisan masyarakat. Tak hanya berimbas di masyarakat perkotaan, namun juga berdampak hingga pedesaan. 

Salah satu yang merasakan dampak tersebut di petani di kawasan pesisir DIY. Gabah dan beras hasil panen hingga kini banyak yang masih menumpuk di gudang milik petani. 

Melihat kondisi tersebut, Wakapolda DIY Brigjen Polisi R Slamet Santoso, yang sempat menerima keluh kesah para petani, berinisiatif mencari solusi agar dapat meringankan beban petani. Solusi itu dengan membeli beras hasil panen di atas harga yang layak. 

Brigjen Polisi Slamet Santoso ketika diwawancarai awak media, Selasa (3/8/2021) siang, menjelaskan ide membeli beras petani berawal saat dirinya memantau kegiatan vaksinasi di Dirpolairud Polda DIY bulan Juli lalu. Ketika memantau kegiatan, Wakapolda sempat berdialog dengan salah satu warga yang divaksin dan ternyata berprofesi sebagai petani. 

"Ada petani yang berkeluh kesah panennya (beras) menumpuk. Kita coba bantu," ujar Wakapolda. 

Jenderal kelahiran Yogyakarta itu memaparkan, Polda DIY lantas memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari mitra Polri yang dipercayakan ke Polda DIY. Dana itu lantas digunakan membantu persoalan yang dihadapi petani kawasan pesisir. Polda DIY memakai dana CSR sebesar Rp 20 juta yang guna membeli beras petani. 

"Alhamdulillah ada salah satu mitra Polri yang membantu, Rp 20 juta nanti kita belanjakan ke petani langsung," sebut mantan Kapolresta Yogyakarta ini. 

Menurutnya beras dari petani ini nantinya dikemas dan selanjutnya akan disalurkan kembali ke masyarakat yang membutuhkan. Khusus bagi warga yang terdampak kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

"Beras itu nantinya akan kita distribusikan ke warga yang membutuhkan. Sehingga pemberi bantuan (CSR, red) senang. Permasalahan petani teratasi, warga yang membutuhkan penerima manfaat juga terbantu. Kita (Polda) hanya sebagai sarana saja," tambahnya. 

Selisih menguntungkan

Alumni Akpol angkatan 1992 itu berharap pandemi segera berlalu sehingga perekonomian makin membaik. Brigjen Slamet Santoso pun mengimbau agar masyarakat segera mendaftarkan diri untuk mengikuti vaksinasi demi terwujudnya kekebalan komunal. 

"Supaya pandemi segera berakhir, kami imbau kepada masyarakat ayo vaksin! Ini agar herd immunity segera terwujud dan perekonomian dapat berjalan dengan baik," harapnya. 

Sementara itu Kabid Humas Polda DIY Kombes Polisi Yuliyanto menerangkan Polda DIY membeli beras petani dengan harga yang cukup tinggi yaitu sekitar Rp 8.500 per kilogramnya. Padahal, Polda masih menanggung ongkos angkut dan biaya pengemasan. 

Yuliyanto menyebutkan terdapat selisih harga Rp 1.000 dari harga yang sering diterima petani yang biasanya menjual sebesar Rp 7.500 perkilonya. Disparitas harga itu dipastikan sangat menguntungkan petani. 

"Ada anggota kita dari Ditpolairud yang (bertugas) ke wilayah Galur, Kulon Progo untuk membeli berasnya dari para petani," jelasnya. 

Kabid Humas menambahkan ada sekitar dua ton lebih beras hasil pembelian dari petani. Selain memperpendek rantai pasok atau distribusi, Polda DIY juga memberikan insentif yang lebih baik ketika membeli beras langsung ke petani. 

"Semoga dari kegiatan ini para petani dapat terbantu, dapat meningkatkan penghasilannya di masa prihatin saat ini (pandemi)," ucapnya saat mendampingi Wakapolda. (ros)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00