Kebijakan Impor Beras Pengaruhi Harga dan Kualitas Dalam Negeri

Beras Petani Bantul

KBRN, Sleman : Keputusan pemerintah untuk mempersiapkan impor beras saat panen raya dinilai tidak tepat. Karena hal ini akan berdampak pada pasar beras di dalam negeri.

Demikian disampaikan Ketua Umum Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) yang juga mantan Direktur Utama Bulog 2009-2014, Sutarto Alimoeso dalam Webinar yang digelar oleh Pusat Kajian Kebijakan Pertanian UGM dan Kagama Pertanian, Rabu (14/4/2021).

Pemerintah menurutnya perlu meninjau kembali keputusan melakukan impor beras dan meningkatkan penyerapan gabah dan beras dalam negeri secara intensif. Selain itu, perberasan nasional menurutnya harus dilakukan secara komprehensif dari hulu, on farm, dan hilir dengan kebijakan yang sesuai Undang-undang.

“Kalau kita melihat data-data statistic yang ada sebenarnya yang diperlukan saat ini adalah bukan impor tapi pengadaan di dalam negeri oleh pemerintah agar HPP tetap terjaga, jadi dalam tanda kutip sergap. Keputusan pemerintah untuk impor saat sekarang itu berdampak psikologis menurunkan harga salah satunya, yang lain kualitas dan persoalan pemetaan pasar,” jelasnya.

Sementara itu, Guru Besar Pertanian UGM, Prof. Andi Trisyono mengatakan 10 tahun terakhir angka produktivitas padi nasional dan luasan panen cenderung stagnan. Sementara jumlah penduduk di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.

“Jika kondisi ini terus berlangsung nanti Indonesia akan mengalami defisit beras, saat ini surplus, tapi di suatu titik akan mengalami minus,” katanya di kesempatan yang sama.

Untuk itu, Dekan Fakultas Pertanian UGM, Dr. Jamhari mengatakan ada tiga hal yang bisa digunakan untuk mengatasi kesenjangan pangan. Yakni, ekstensifikasi, diversifikasi pangan, dan intensifikasi. Di mana pemerintah perlu mempesiapkan masyarakat mengonsumsi pangan lokal, agar tidak ada ketergantungan terhadap pangan impor. Terlebih Indonesia memiliki keanekaragaman hayati akan sumber pangan fungsional yang besar. (dev/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00