Cegah inflasi TPID Pastikan Tidak Ada Kekosongan Stok

KBRN, Yogyakarta : H-3 menjelang bulan Suci Ramadhan, Kanwil IV KPPU bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY serta Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan survei lapangan untuk memantau ketersediaan dan harga komoditas pangan di Pasar Beringharjo, Yogyakarta. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Aris Riyanta usai pemantauan mengatakan l hasil pantauan di lapangan menunjukan ketersediaan pangan masih mencukupi, meski terdapat kenaikan harga pada beberapa komoditas namun secara umum masih dalam kondisi stabil, bahkan ada yang turun. 

"Harga telur dan ayam sedikit mengalami kenaikan, harga cabai cenderung turun kecuali cabai merah besar sedikit mengalami kenaikan. Harga cabai ini memang fluktuatif karena tergantung faktor cuaca, dan masyarakat lebih senang cabai segar. Biarpun sudah ada juga cabai yang dihaluskan, dibuat bumbu pasta," jelas Aris Riyanta. 

Aris menambahkan guna mengantisipasi potensi lonjakan harga, pihaknya bersama dengan Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID) akan bersinergi untuk memastikan suplai bahan pokok yang mengalami kekurangan, tidak ada kekosongan stok, sehingga kebutuhan masyarakat tercukupi. 

"Bersama TPID tentu kita akan pantau terus, sinergi kita pastikan pasokan lancar, agar harga terkendali, kebutuhan masyarakat terpenuhi," lanjutnya 

Sementara itu, Kepala Kanwil IV KPPU, Dendy R. Sutrisno memberikan 3 catatan khusus mencermati hasil survey lapangan kali ini. Yaitu, mencermati sistem jual beli putus serta ketergantungan para pedagang pasar terhadap pemasok tertentu mengakibatkan lemahnya daya tawar yang berujung pada sulitnya membentuk harga jual yang relatif stabil dalam kurun waktu lama. 

"sehingga perlu ada akses pasokan alternatif dan jaminan pasokan dalam durasi yang lebih lama," katanya. 

Selain itu, pembelian bahan pangan yang dilakukan masing - masing pedagang pasar dalam volume terbatas menyulitkan hadirnya harga jual ekonomis. 

"Sehingga perlu hadir institusi ekonomi (koperasi, PD Pasar dll) yang dapat menjadi wadah pengembangan ekonomi bagi para pedagang pasar," lanjutnya. 

KPPU juga memberikan apresiasi atas hadirnya kios pangan Segoro Amarto yang merupakan kolaborasi BPD DIY, Bank Indonesia, dan TPID. KPPU juga berharapk Segoro Amarto tidak saja dapat menjadi penyeimbang baik dari sisi ketersediaan maupun keterjangkauan harga pangan di pasar tradisional, akan tetapi juga dapat dioptimalisasikan sebagai raw model pengelolaan usaha para pedagang pasar bersangkutan, termasuk penggunaan digital platform dalam bertransaksi maupun mengelola usahanya. 

"Intinya, salah satu upaya penting stabilisasi harga bahan pangan di pasar tradisional adalah dengan mengajak partisipasi aktif para pedagang pasar itu sendiri untuk merubah pola pengelolaan usahanya agar dapat lebih efisien, sehingga diharapkan dapat menghasilkan kondisi pasokan bahan pangan yang relatif stabil dengan harga paling ekonomis dalam jangka waktu lama," pungkas Dendy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00