FOKUS: #VAKSIN COVID-19

Desa Plawikan Jogonalan Mewakili Klaten ke Lomba ‘Jogo Tonggo’ Tingkat Jateng

KBRN, Klaten: Keberhasilan menerapkan program-program dalam penanggulangan Covid-19, membuat Desa Plawikan Kecamatan Jogonalan menjadi wakil Kabupaten Klaten untuk maju dalam lomba Jogo Tonggo (jaga tetangga,-red) di Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Terkait hal itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil, (Permades Dukcapil) Jawa Tengah, melakukan verifikasi lapangan di Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten.

Kepala Bidang Penataan Desa, Dinas Permades Dukcapil Jawa Tengah, Joko Sulistiyo mengatakan, verifikasi lapangan dibagi menjadi 5 bidang yang wajib terpenuhi para peserta lomba Jogo Tonggo.

“Lima bidang tersebut yakni bidang kesehatan, ekonomi, keamanan dan sosial, hiburan serta inovasi dalam menangani pandemi Covid-19,” jelasnya, Rabu (4/11/2020).

Menurut Joko, tim melakukan verifikasi langsung di lapangan yang sebelumnya peserta telah mengirimkan pelaksanaan program ‘Jogo Tonggo’ melalui dokumentasi tertulis maupun audio visual.

“Tim terjun langsung membuktikan di lapangan, seperti apa data pelaksanaan program Jogo Tonggo yang telah dikirimkan kemarin. Apakah benar adanya, dan direncanakan pemenang lomba akan diumumkan pekan ketiga November,” ungkapnya. 

Lebih lanjut Joko Sulistiyo mengatakan, Desa Plawikan yang mewakili Klaten dalam lomba Jogo Tonggo tersebut  masuk nominasi 6 besar dengan berbagai program yang telah dilaksanakan selama pandemi covid-19.

Sementara itu Kepala Desa Plawikan, Kecamatan Jogonalan, Lilik Ratnawati. S.Pd menjelaskan, dalam pelaksanaan verifikasi lapangan tersebut,  Dinas  Permasdes Dukcapil Provinsi Jateng memberikan arahan agar kegiatan Satgas Jogo Tonggo ini dilanjutkan di masa pandemi covid-19.

Ia mengatakan, Desa Plawikan  terdapat 12 RW (rukun warga) yang berperan aktif ikut serta dalam penanggulangan covfid-19.

“Satgas Jogo Tonggo  di RW 10 Desa Plawikan masuk 6 nominasi besar, peningkatannya adalah lebih bisa menjaga zona hijau penanggulangan covid-19, lebih bisa menjadikan masyarakat terlindungi, tidak khawatir tentang adanya covid ini dan ekonomi sosial kemasyarakatan bisa berkembang,” terangnya.

Di sisi lain, Joko (48) warga setempat mengatakan, dalam kegiatan terkait Satgas Jogo Tonggo, setiap warga mendapat jadwal ronda, antaralain bertugas membunyikan kentongan, menutup portal setelah pukul 10.00 wib, dan mengawasi kegiatan lain yang dilakukan warga.

“Kegiatan lain itu yaitu berkebun sayuran yang dikelola oleh ibu-ibu dan hasilnya untuk ibu-ibu PKK,” jelasnya. (yon/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00