Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat Melalui Sampah

Workshop Pengelolaan Sampah di Bank Sampah Gemah Ripah (istimewa)

KBRN, Yogyakarta : Meningkatkan pengelolaan sampah melalui bank sampah bagi para petugas dari Balai Besar Peneltian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2PTOOT) Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah menggelar workshop di Bank Sampah Gemah Ripah, Badegan, Kabupaten Bantul.

Direktur Bank Sampah Gemah Ripah Dr. Bambang Suwerda, SST, M.Si. mengatakan, Bank Sampah menerapkan sistem pengelolaan sampah dengan cara menabung sampah dalam rangka mengurangi pembuangan sampah ke Tempat Pengelolaan Sampah Akhir (TPA) yang sekaligus sebagai wadah bagi petugas maupun masyarakat mendidik petugas/masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah.

"Kegiatan di bank sampah Gemah Ripah selain mengurangi produksi sampah, sekaligus mendidik petugas atau masyarakat dalam mengelola sampah yang dihasilkan," katanya, dalam keterangan resminya kepada RRI (23/10/2020).

Kegiatan yang digelar pada Sabtu (17/10/2020) tersebut diikuti sekitar 20 petugas dari B2PTOOT dan dijelaskan terkait manajemen bank sampah Gemah Ripah.

"Pertama menjelaskan tentang manajemen bank sampah, kedua menjelaskan ekonomi masyarakat dengan adanya bank sampah Gemah Ripah,  dan ketiga menjelaskan tentang keterampilan masyarakat dengan adanya bank sampah Gemah Ripah," imbuhnya.

Menurutnya, Kunjungan yang merupakan workshop kualitatif deskriptif mengacu pada metode tatap muka atau presentasi, yang kemudian hasil workshop tersebut menunjukkan bahwa manajemen pengelolaan sampah pada bank sampah Gemah Ripah dapat meningkatkan ekonomi dan keterampilan petugas/masyarakat.

"Keberadaan bank sampah ini dapat membantu masyarakat dalam pengelolaan sampah, dengan demikian sampah yang biasanya hanya dibuang sia-sia, menjadi barang yang bernilai ekonomis, sehingga dapat menambah/meningkatkan perekonomian keluarga," jelasnya.

Selain Ekonomi, pihaknya menyebutkan, manfaat lain dari Bank Sampah yang lebih pentung adalah semakin mempererat silaturahmi antar masyarakat satu dengan lainnya.

"Dibuktikan dengan kuantitas sering bertemunya warga/masyarakat ketika menabung sampah, dan sampah menjadikan satu strategi pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Melalui pengelolaan sampah yang meliputi sosialisasi, pemetaan wilayah, perencanaan, pelaksanaan, proses penanganan di tempat, proses pengumpulan sampah, proses pengangkutan sampah, proses pengelolaan sampah pihaknya menegaskan, bank sampah Gemah Ripah, Badegan, Bantul terus berupaya, berproses sebagai bank sampah sebagai wadah dalam mengurangi timbulan sampah.

"Sejak adanya bank sampah Gemah Ripah, sampah yang dihasilkan petugas maupun masyarakat lebih terkelola dengan baik, yakni dengan cara memilah sampah," tambah Dr. Bambang Suwerda.

Manfaat yang dihasilkan dari sampah seperti ekonomi dari tabungan sampah, pelatihan mendaur ulang sampah di bank sampah menjadi barang kerajinan.

Selain tentang pengelolaan sampah, di tengah bencana Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, disela kegiatan workshop juga disampaikan mengenai mekanisme pencegahan penularan covid-19 di tempat kerja dengan mematuhi protokol kesehatan yang tetap diterapkan dengan konsekuensi patuh pada penggunaan alat pelindung diri (APD), berupa masker terstandar, kaca mata googles, topi, dan sepatu boot.

Diakhir kegiatan dilakukan penyerahan sertifikat, dan penyerahan cenderamata berupa daur ulang minyak jelantah yang sudah diproses menjadi barang yang bernilai guna, berupa lilin. (ian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00