DPRD DIY Minta Pemda Serius Tangani Lingkungan

KBRN, Yogyakarta : Pemda DIY diminta tidak menganggap remeh persoalan lingkungan hidup. Sektor ini pun wajib mendapatkan perhatian sama pentingnya dengan yang lain.

Anggota Komisi C DPRD DIY, Lilik Syaiful Ahmad, menegaskan lingkungan hidup harus menjadi prioritas, karena hal ini juga menyangkut masa depan bangsa.

“Jangan sampai lingkungan hidup dianggap masalah yang tidak sangat penting dibanding penganggaran bidang infrastruktur, perekonomian, pendidikan, kesehatan dan budaya. Lingkungan hidup ini menyangkut masa depan bangsa,” ungkap politisi Golkar asal Kulon Progo, Lilik Syaiful Ahmad, di DPRD DIY, Rabu (2/9/2020).

Lilik juga meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) tidak ragu-ragu mengajukan anggaran, sehubungan dengan pembahasan Perubahan APBD DIY 2020 serta Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) APBD DIY 2021.“Kalau memang dananya masih ada mestinya tidak perlu ragu-ragu mengajukan anggaran,” tegasnya.

Lilik menambahkan, lingkungan hidup mempengaruhi masa depan bangsa. Masa depan anak keturunan kita, salah satunya dipengaruhi oleh lingkungan hidup yang baik.

Ia juga mengaku tidak bisa membayangkan apabila keberadaan bahan berbahaya dan beracun (B3) tidak diolah dengan baik, maka dampaknya mempengaruhi kesehatan warga di provinsi ini.Ia juga mendorong penelitian mengenai pengolahan limbah B3 yang selama ini melibatkan sejumlah universitas di DIY perlu digiatkan lagi.

“Kalau kemarin sudah ada, bisa diperbanyak sehingga DIY yang terkenal sebagai Kota Pendidikan punya inovasi baru proses pengolahan limbah, sampah dan penataan lingkungan hidup,” lanjutnya.

Lilik juga meminta, dinas terkait lebih gencar mengedukasi masyarakat mengenai arti pentingnya menjaga lingkungan. Dengan begitu akan tercipta mindset atau pola pikir yang selaras dengan lingkungan hidup.

“Saya khawatir kalau mindset lingkungan hidup berbeda-beda. Kita akan dorong DLHK DIY meningkatkan inovasi dan memaksimalkan berbagai programnya,” pungkasnya. (wur/ian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00