Tanam Pohon Lestarikan Alam

Kepala BBWS Serayu Opak Dwi Purwantoro menanam pohon sawo kecik di Bendungan Karangtalun

KBRN, Yogyakarta : Pohon sawo kecik itu baru setinggi empat meter, dengan diameter batang kecoklatan yang ukurannya belum terlalu besar.

Daun-daun yang menghiasi rantingnya tak begitu lebat, namun cukup melindungi tubuh Dwi Purwantoro dari sengatan sinar mentari. Padahal, empat digit angka di sudut kiri atas layar ponsel, baru merangkak di pukul sepuluh pagi.

Sisi timur Bendungan Karangtalun di Ngluwar Magelang Jawa Tengah tempatnya beraktivitas, Selasa (9/8/2022) memang begitu gersang, karena tidak banyak vegetasi. Jika tidak segera berteduh, area hulu Selokan Mataram itu, bisa memicu keluarnya keringat dari dari pori-pori kulit.

Saat itu, kepala Dwi tertutup savety helmet atau helm proyek warna putih. Tubuhnya terbalut kaos warna kuning, celana kain biru dongker, dan bagian kaki terbungkus sepatu hitam bertali.

Punggung Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak itu membungkuk ketika mengayunkan cangkul dan mengambil tanah di sekeliling pohon, untuk menimbun bagian batang paling bawah pohon sawo kecik.

Aktivitas tersebut hanya dilakukannya beberapa menit saja. Selesai mencangkul, badannya kembali tegak. Terdengar suara seorang lelaki mengurutkan angka sambil membidikkan lensa kamera. "Satu dua tiga."

Suara yang sama terdengar hingga dua kali, ketika Dwi Purwantoro dalam posisi berdiri di samping pohon, mengangkat jempol kirinya sembari mulutnya yang tidak tertutup masker menampakkan senyum.

Tangan kanannya mengangkat gayung merah berisi air, yang diambil dari sebuah ember plastik berwarna serupa. Saat gayung dimiringkan, garis lurus berwarna bening setebal dua jari tangan jika dirapatkan, jatuh menyebar ke segala arah menimbulkan suara gemericik. Tanah dibawahnya menjadi becek.

"Kegiatan penanaman pohon ini harus diperbanyak, untuk kelestarian alam, sungai dan lingkungan," ucapnya usai menyiram pohon sawo kecik yang ia tanam.

Khusus Pohon Sawo Kecik ada sembilan yang ditanam. BBWS Serayu Opak bersama Paguyuban Ibu-Ibu BBWS, juga menanam puluhan pohon lainnya, seperti Matoa dan Ketapang masing-masing tujuh buah

Kemudian Pohon Mangga sebanyak tiga buah, Pohon Jambu Air dua buah, serta pohon buah-buahan lainnya, yang total berjumlah 28 pohon.

Langkah ini ucap Dwi, untuk kembali mengingatkan pentingnya penghijauan dan ruang terbuka hijau, yang akan memberi kualitas dan kuantitas air yang lebih baik bagi masyarakat.

"Pepohonan menjadi ibu dari kelestarian lingkungan, serta konservasi air," lanjut dia.

Tentu saja, ini menjadi sumber kehidupan berbagai makhluk karena akarnya menyimpan air, keteduhannya memayungi, dan buahnya yang menghidupi.

Dari tahun 2020 hingga 2022, BBWS Serayu Opak telah menanam 1302 bibit pohon, tersebar di beberapa area sekitar infrastruktur sumber daya air milik BBWS Serayu Opak.

Pada tahun ini, BBWS ungkap Dwi, berencana menanam 565 bibit pohon, terdiri dari 20 bibit pohon buah-buahan di Embung Sendangtirto; juga 20 bibit pohon Mahoni dan 25 bibit pohon Abasia di Embung Tlogoguwo.

Disamping itu, juga akan ditanam 30 bibit pohon Bambu Kuning, 10 bibit pohon Gayam, dan 20 bibit pohon Sawo Kecik di Bendung Karangtalun; 400 bibit pohon produktif di area Bendungan Bener; serta 25 bibit pohon Aren dan 15 bibit pohon Bambu Petung. (ws)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar