Pemda Hanya Diam, PMKP Tegas Tolak Tambang

Tangkapan layar IG jomboran_memanggil tentang aktivitas penambangan pasir di Sungai Progo

KBRN, Yogyakarta : Paguyuban Masyarakat Kali Progo (PMKP), menyampaikan pernyataan sikap, menolak tambang pasir di Sungai Progo yang menggunakan mesin sedot.

Penyampaian sikap berlangsung secara virtual, di kantor Organisasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Yogyakarta, Senin (11/10/2021).

Sarjono wakil dari paguyuban, kecewa dengan sikap diam pemerintah dan aparat, karena membiarkan aktivitas tambang sejak 2017 silam.

Akibatnya, warga empat padukuhan di sekitar Sungai Progo, mengalami krisis air bersih.

”Pengerukannya makin dalam, debit air semakin menggerus terus-menerus, sudah tiga kali kita mendalamkan sumur tapi tidak keluar air, yang seharusnya warga tidak beli air untuk minum,” ucap Sarjono.

Menanggapi keresahan warga, Himawan Kurniadi dari Walhi Yogyakarta, menuntut pemerintah bersikap tegas kepada para perusak lingkungan.

”Kita menanyakan ketegasan sikap Gubernur DIY Sri Sultan HB X seperti apa, karena kemarin sempat mengkritik penambangan di Sungai Progo,” kata dia.

Disamping itu, Walhi Yogyakarta juga akan melaporkan kasus ini ke Komnas HAM, terkait langkah polisi yang mengkriminalisasi belasan warga penolak tambang pasir di Sungai Progo. (ws)  

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00