Fenomena MJO Akibatkan Hujan Tak Tentu

KBRN, Yogyakarta : Sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat dan gelombang tinggi pada 13 hingga 20 September 2021 yang diakibatkan oleh adanya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin terpantau aktif di wilayah Indonesia hingga seminggu ke depan.

Karena itu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

Fenomena MJO mengakibatkan hujan di pulau Jawa dan Bali tak tentu, termasuk hujan yang terjadi pada Selasa 14 September 2021, berupa hujam deras merata di hampir semua wilayah.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Sleman, Indah Retnowulan menyebut, hujan yang diakibatkan fenomena MJO yang dimulai pada selasa 14 September terjadi selama lima hari ke depan.

“Fenomena MJO menyebabkan terjadi hujan ringan hingga lebat, sehingga harus diwaspadai,” tandasnya, Kamis (16/9/2021).

Menurutnya, otensi angin kencang yang bisa juga disertai petir pada fenomena MJO, dikatakan Indah Retno Wulan, sebagai akumulasi adanya pergantian musim dari kemarau ke musim penghujan yang terjadi hingga akhir September.

“Pada Perubahan iklim bisa terjadi cuaca ekstrim seperti awan CB, angin lesus, maupun hujan dari ringan sampai lebat yang disertai petir,” lanjutnya. (yus-yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00