Warga Gadingsari Sukses Dirikan Konservasi Penyu

KBRN, Bantul : Warga di kawasan Pantai Goa Cemara, Gadingsari, Sanden, Bantul berhasil melakukan konservasi penyu selama 11 tahun belakangan. Mereka mencari sarang-sarang penyu yang berisi telur dan menyelamatkan telur tersebut untuk ditetaskan. Setelah menetas dan berusia beberapa hari, tukik-tukik itu dilepaskan ke laut.

Menurut ketua konsevasi penyu di kawasan pantai itu, Subagyo, awalnya masyarakat sekitar tidak tertarik untuk melakukan konservasi. Mereka justru berburu telur-telur penyu untuk dikonsumsi. Namun, setelah mengetahui dampak dari perburuan yang dilakukan, mereka lalu berhenti.

“Setelah tahu adanya fungsi keseimbangan penyu kita berhenti dan mulai membentuk konservasi penyu ini di tahun 2010,” jelasnya.

Penyu menurut Bagyo berperan untuk menjaga rantai makanan di laut. Dimana mereka mengonsumsi ubur-ubur yang merupakan predator ikan-ikan kecil. Sehingga jika jumlah penyu melimpah, menurutnya hasil tangkapan nelayan bisa lebih banyak.

“Kalau kita menyelamatkan penyu, kita juga menyelamatkan bibit ikan yang ada di laut, nantinya nelayan kita juga hasilnya melimpah,” katanya.

Awalnya Bagyo bercerita, telur-telur penyu itu ditetaskan di buis-buis beton yang digunakan untuk penyiraman. Hasilnya banyak telur yang sukses menetas. Sehingga warga lalu membuat area konservasi yang khusus untuk penetasan telur.

“Kendalanya, kita itu terbatas, yang peduli itu terbatas. Tapi Alhamdulillah lingkungan sudah mendukung, kalau nemu telur pasti dibawa ke konservasi,” lanjutnya.

Di tahun ini pihaknya sudah berhasil menemukan 39 sarang penyu, rata-rata setiap sarangnya berisi 100 butir telur. Dari jumlah itu, sekira 80 persen berhasil menetas.  Pelepasan tukik menurutnya juga bisa menjadi atraksi menarik bagi wisatawan. Selain bisa mengedukasi mereka tentang pentingnya menjaga pelestarian hewan laut tersebut. (dev)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00