Urun Rembug Penanganan Sampah di TPST Piyungan

KBRN, Yogyakarta : Penanganan sampah di TPST Piyungan Kabupaten Bantul, DIY, hingga kini belum ada solusi yang tepat. Pada tiap hari sampah terus menumpuk dan hampir selalu memunculkan masalah.

Tidak saja masalah gunungan sampah yang terus meninggi hingga membuat TPST Piyungan overload, tetapi juga dampak lain yang ditimbulkannya, seperti akses jalan menuju lokasi yang rusak dan terganggunya kesehatan warga sekitar.

Untuk mengurai persoalan tersebut, sejumlah praktisi lingkungan, mencoba untuk mencarikan solusi sederhana yang mudah diterapkan, salah satunya memilah sampah secara mandiri. Sebagaimana dikemukakan oleh Haryadi, Ketua Jejaring Pengelolaan Sampah Kabupaten Sleman.

“Temen-temen kami banyak yang siap bersinergi untuk melakukan pembelian sampah. Insya Allah ada nilai jualnya. Cuma perlu dukungan tokoh-tokoh masyarakat,” tuturnya, Minggu (11/4/2021).

Selain memilah sampah secara mandiri, cara lain untuk mengurangi timbunan sampah di TPST Piyungan adalah melalui penguraian. Yakni penggunaan maggot atau larva lalat hitam.

Hal ini, seperti kemukakan oleh Ketua Paguyuban 3R Kabupaten Sleman, Budi Isroi, terbukti efektif.

 “Misalnya konsep ini bisa dilakukan dan organik bisa direduksi dengan memelihara lalat hitam, satu sisi kita bisa memproduksi maggotnya untuk pakan unggas atau ternak,” tuturnya. 

Kesadaran memelihara lingkungan yang bersih, tidak hanya dibebankan kepada para petugas kebersihan, ataupun para pemulung di TPST Piyungan. Tetapi semua warga juga harus berbagi peran dengan para pahlawan lingkungan, agar bumi ini lebih terawat demi masa depan anak cucu. (ws/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00