Jadi Klaster, Pemkab Bantul Tak Berlakukan Lockdown Ponpes di Piyungan

Sekda Bantul Helmi Jamharis

KBRN, Bantul : Meski puluhan santrinya terinfeksi covid-19, Pemerintah Kabupaten Bantul tidak memberlakukan lockdown kepada sebuah pondok pesantren di wilayah Piyungan.

Karena menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bantul, Helmi Jamharis, pihaknya mengembalikan kebijakan pembatasan ruang gerak itu kepada pengelola Ponpes. Sebelumnya di wilayah yang sama, Helmi menyebut juga terjadi klaster pondok pesantren.

“Lockdown itu nantinya kebijakan internal Ponpes saja yang melakukan. Tentunya dengan mengetatkan protokol kesehatan,” jelasnya, Jumat (5/3/2021).

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Sri Wahyu Joko Santoso mengatakan, ada 34 santri di sebuah ponpes di wilayah Piyungan yang terkonfirmasi positif. Hal ini berawal dari dua santri yang sepekan sebelumnya merasakan gejala covid-19 dan kemudian melakukan rapid antigen secara mandiri dan diketahui positif.

Setelah itu dilakukan tracing dan didapatkan 9 orang lainnya juga positif. Pihak Dinkes Bantul kemudian melakukan rapid antigen kepada seluruh penghuni ponpes dan didapatkan 34 orang yang positif covid-19. Mereka kemudian diminta melakukan isolasi mandiri dengan pantauan dari Puskesmas terdekat. (dev/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00