Delapan Orang ASN di Kulon Progo Terjaring Operasi Penegakan Perda Kawasan Tanpa Rokok

KBRN, Kulon Progo : Kartu Tanda Penduduk miliki delapan orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Kulon Progo disita oleh Satgas Penegakan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Mereka diketahui merokok di ruangan saat penegakan dilakukan pada Rabu-Kamis (24-25 Februari 2021) dengan mengacu pada Perda Nomor 5 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Kepala Satpol PP Kulon Progo, Sumiran mengatakan, dalam penegakan Perda KTR, ditemukan beberapa pelanggaran, salah satunya ruangan yang dipakai untuk merokok. Dari pelanggaran yang ditemukan, 8 orang ASN diketahui merokok di ruangan. Satgas kemudian menyita KTP mereka. 

"Kedelapan ASN ini akan dipanggil. Rencananya pada Selasa depan," ucap Sumiran, di Kantor Satpol PP Kulon Progo, Sabtu (27/2/2021).

Sumiran menjelaskan, pemanggilan tersebut harapannya akan memberi efek jera sekaligus menjadi bahan masukan bagi kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari masing-masing ASN yang terjaring razia. 

Dia menjelaskan, dalam Perda KTR diamanahkan jika setiap OPD harus  menyediakan ruangan merokok baik diruang terbuka ataupun ruangan khusus. Selain menyita 8 KTP Satgas Penegakan Perda KTR juga menyita 35 asbak yang kini disimpan di Dinas Kesehatan Kulon Progo. Barang-barang tersebut rencananya akan dimusnahkan.

Sebelumnya, Wakil Bupati Kulon Progo Fajar Gegana mengatakan, sejak dikeluarkan, implementasi Perda KTR belum terlalu efektif. Masih banyak masyarakat yang tidak tahu terkait pengaturan KTR. 

"Perda KTR sebenarnya bukan untuk melarang para perokok. Hanya mengatur tempat yang bisa dipakai untuk merokok," ungkap Fajar.

Adapun titik-titik yang dilarang sebagai tempat merokok berdasarkan Perda KTR, yaitu masjid, sekolah dan tempat pendidikan serta fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes). Sementara untuk kawasan perkantoran, harus ada kawasan merokok baik di tempat atau ruangan khusus. (hrn/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00