Acara Hajatan Harus Minta Rekomendasi Satgas Covid

Foto Ilustrasi : Kampanye Protokol Kesehatan Tidak Dipatuhi Warga

KBRN, Yogyakarta : Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Sleman meminta masyarakat, menunda acara hajatan, pernikahan, syukuran dan kegiatan adat-istiadat sejenis.

Namun jika tetap dilaksanakan, disarankan hanya melibatkan keluarga inti dan tamu lainnya dengan jumlah maksimal 50 orang.

”Kalau ada tamu dari luar DIY, wajib menunjukkan negatif atau non reaktif, dari hasil rapid tes antigen atau antibodi,” kata Juru Bicara Gugus Tugas, Shavitri Nurmala Dewi, Selasa (19/1/2021).

Ketentuan ini terkait pemberlakuan Pengetatan Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) mulai 11 sampai 25 Januari mendatang, sesuai Instruksi Bupati Sleman yang mengatur tentang hal tersebut.

Untuk mencegah kerumunan saat acara hajatan digelar, maka harus dibatasi jumlah yang hadir ketika masuk ke ruangan tamu, kemudian tidak makan di tempat, serta mematuhi protokol kesehatan.

Pihak penyelenggara juga dilarang menampilkan acara pentas seni dan hiburan lainnya.

”Acara hajatan wajib meminta rekomendasi Satgas Covid Kapanewon, dan pemberitahuan kepada kepolisian setempat,” ucap dia.

Zona Merah

Sedangkan di wilayah Sleman, 14 dari total 17 Kapanewon atau Kecamatan memiliki resiko penularan tinggi, sehingga ditetapkan sebagai zona merah korona.

Sementara tiga wilayah lainnya, termasuk zona oranye dengan resiko penularan sedang, antara lain Turi, Kalasan dan Prambanan.

Bahkan per tanggal 18 Januari kemarin, distribusi kasus terkonfirmasi korona di Sleman, mencapai 137 kasus. Jumlah ini yang tertinggi, dari tiga kabupaten dan satu kota di DIY.

”Padahal tanggal 17 Januari, konfirmasi positif covid hanya 71 kasus,” ucap Evi. (ws/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00