Kasus Covid Klaster Pasar Cebongan Bisa Bertambah

Aktivitas ekonomi di Pasar Cebongan Sleman dihentikan sementara, setelah muncul kasus covid dari pasar ini

KBRN, Yogyakarta : Kasus positif covid dari klaster Pasar Cebongan Sleman, masih berpeluang untuk bertambah.

Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, saat dihubungi, Selasa (15/9/2020).

Perempuan yang akrab disapa Evi itu memastikan, penelusuran riwayat penularan terus dilakukan, dari 19 orang yang telah dinyatakan positif covid.

”Ada kemungkinan bertambah, sehingga tracing sampai sekarang masih dilakukan dengan harapan mengantisipasi jika ada yang terlewat, agar bisa diketahui sumbernya dari mana,” katanya.

Agar kasus serupa tidak meluas di pasar rakyat lainnya, maka pengetatan protokol kesehatan kata Evi, perlu dilakukan dalam setiap aktivitas ekonomi.

Tidak hanya terhadap pedagang saja, tetapi juga para pemasok barang, maupun para pembeli ketika berbelanja.

”Itu menjadi pemikiran juga teman-teman di Dinas Perindag dan Dinas Kesehatan dalam memantau penerapan disiplin protokol kesehatan, ini perlu terus digencarkan,” imbuh dia.

Sementara itu, aktivitas di Pasar Cebongan Sleman ditutup sementara, mulai Senin (14/9) lalu hingga Rabu (16/9), setelah ditemukan 19 orang yang positif covid-19.

Kasus tersebut, diawali gejala batuk dan pilek seorang penjaga toilet pada tanggal 7 September, dan satu pedagang yang positif covid sehari sesudahnya. (ws/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00