Sultan HB X Minta Mahasiswa Didata Melalui Aplikasi JOGJAPASS

KBRN, Yogyakarta : Gubernur DIY Sri Sultan HB X, mengijinkan perguruan tinggi membuka perkuliahan luring.

Menurut Sri Sultan, sama halnya dengan aktivitas perekonomian maupun wisata, aktivitas perkuliahan luring dapat dilakukan asalkan mematuhi protokol kesehatan.

Sultan juga meminta agar mahasiswa yang masuk ke DIY dan mengikuti kuliah luring di data menggunakan aplikasi Jogja Pass, agar memudahkan pendataan dan penelusuran jika terjadi kasus positif.

“Kampus mulai buka? Silaken aja, tapi bagaimana kita sedang minta supaya data mahasiswa masuk jogja pass. Jadi kalau ada yang positif kita bisa melakukan tracing, yang penting kan itu. Sama aja dengan pariwisata kan ga mesti orang jogja, bisa Jakarta, Surabaya, manapun. Begitu masuk terus covid kalau datanya kita ga punya kan gimana kita tracing?,? kata Gubernur di Kepatihan Yogyakarta Senin (14/9/2020) siang.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi UMY, Ahmad Maruf di Yogyakarta kepada RRI menyebut, pemulihan ekonomi di DIY harus dilakukan melalui pemulihan sektor wisata dan pendidikan, dengan membuka kuliah luring untuk sejumlah perguruan tinggi besar, yang fasilitasnya memadai untuk tetap menerapkan protokol kesehatan COVID19.

“Kita kehilangan 28-30M.perhari dari belanja mahasiswa. Dikapitalisasi sangat tinggi. Sektor pendidikan nyumbang 10 persen dibiarkan kampus tdk ada kuliah offline pada triwulan ke empat jogja semakin berat kami berharap ada 6-10 kampus mulai offline di triwulan empat,” jelasnya.

Sedangkan, Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menyebut, kedatangan mahasiswa akan menggerakkan ekonomi di berbagai lini.

Disisi lain, lanjutnya, jangan sampai kedatangan mahasiswa menambah kasus positif COVID19. Untuk itu, pemda DIY harus bersiap menyambut datangnya mahasiswa dengan memfasilitasi layanan kesehatannya. (wur/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00