Pentingnya BTCLS bagi Perawat

Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (istimewa)
Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) Bagi Perawat (ist)

KBRN, Yogyakarta : Pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) merupakan pelatihan wajib sebagai salah satu prasyarat yang harus dimiliki oleh seorang perawat yang akan maupun bekerja di rumah sakit dan Pusat Kesehatan Masyarakat/PKM. 

BTCLS adalah tindakan untuk memberikan pertolongan pada korban bencana atau gawat darurat guna mencegah kematian atau kerusakan organ tubuh pasien/klien sehingga produktivitasnya dapat dipertahankan setara sebelum terjadinya bencana atau peristiwa gawat darurat.

Hal ini diungkapkan Kepala PUSBANGDIK Polkesyo, Ida Mardalena, S.Kep.Ners.M.Si, saat menutup Pelatihan BTCLS di Osce class, Lt-3 Gedung Biru Polkesyo. 

"Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas, kemampuan dan kualitas para tenaga perawat, terutama dalam menangani pasien yang membutuhkan perawatan kegawatdaruratan," kata Ida dalam keterangan resminya kepada RRI, Sabtu (12/9/2020).

Pihaknya mengharapkan, dengan pelatihan ini, peserta bisa memahami dengan baik sehingga dapat diimplementasikan sesuai tugas di lapangan. 

"Pengetahuan dan skill yang berhubungan dengan Basic Trauma Cardiac Life Support adalah salah satu prasyarat yang harus dimiliki oleh tenaga perawat," tambahnya.

Dengan diberlakukannya  Masyarakat Ekonomi Asian (MEA) tahun 2015, Ida mengungkapkan, BTCLS menjadi syarat mutlak bagi setiap  pekerja kesehatan khususnya perawat diberbagai rumah sakit, Pusat Kesehatan Masyarakat/PKM maupun di perusahaan.  

Ia menjelaskan, pelatihan ini bertujuan agar peserta mampu menangani pasien-pasien dengan kasus-kasus trauma dan kardiovaskular, sehingga dapat menekan tingkat kecacatan maupun kematian akibat kasus trauma dan jantung. Hal ini tentunya selaras dengan tuntutan masyarakat kepada stakeholder baik tenaga perawat di rumah sakit/RS, maupun tenaga perawat di PKM, agar tenaga perawat bisa lebih profesional dan lebih kompeten dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat yang tentunya akan berpengaruh terhadap peningkatan pelayanan.

“Peserta pelatihan harus benar-benar diaktualisasikan hasil pelatihan ini dengan baik. Jadi jangan hanya sekedar mengikuti dan mendapatkan sertifikat saja. Dan apabila peserta yang belum layak atau tidak berkompeten untuk tidak diberikan sertifikat. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam penanganan dan penilaian penderita, menentukan penanganan kasus trauma berdasarkan prioritas dan mampu mempraktikkan pengkajian fisik pada pasien multiple trauma sesuai dengan konsep yang diajarkan di kelas pelatihan," jelasnya.

Ditambahkannya, metode Pembelajaran  meliputi: Ceramah dan tanya jawab, Diskusi kelompok, Simulasi, dan Games. Kemudian untuk, Materi Pelatihan ;  Etika dan Aspek Legal Keperawatan Kegawatdaruratan, Integrasi Sistem Respon Kegawat daruratan, Basic Life Support, Penilaian awal, Manajemen Pasien Trauma (luka tusuk dada cedera tulang kaki, Abdomen.

Selainitu, Muskuloskeletal, dan Luka Bakar, Manajemen Pasien dengan Gangguan Sirkulasi, Manajemen Kegawat daruratan Kardiovaskular, Manajemen Proses Rujukan, Skill Stations (Resusitasi Kardio Pulmoner Cardiopulmonary), Jalan Nafas dan Pernafasan, Penilaian Awal, Defibrilasi, Interpretasi EKG, Stabilisasi Muskuloskeletal dan Tulang Belakang

Kegiatan yang telah berlangsung selama enam hari, mulai  Senin-Sabtu (7-12/9/2020), yang diikuti oleh sejawat tenaga perawat lulusan Polkesyo tahun 2020, dimana setiap angkatan berjumlah 25 orang peserta tersebut mendatangkan Trainer  dari Himpunan Perawat Gawat Darurat dan Bencana Indonesia (HIPGABI) DIY dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) DIY dan civitas disiplin ilmu Polkesyo, RS Dr Sardjito, RSA UGM, untuk membagi ilmu.

Rangkaian pelatihan diawali dengan pre-test BTCLS yang bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan peserta terkait kegawat daruratan trauma dan kardiovaskular, serta untuk memberikan gambaran awal kepada peserta tentang serapan konten dari pelatihan BTCLS tersebut. 

"Ujian evaluasi baik teori maupun praktik dilakukan pada hari akhir kegiatan teori kelas BTCLS, dan diakhir pelatihan dilakukan post-test BTCLS," ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, sebanyak 3 orang peserta terbaik selama pelatihan mendapatkan predikat terbaik, selama mengikuti pelatihan. (ian/yyw).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00