Cegah Ponpes Jadi Cluster Covid, Bupati Bantul Siapkan Rapid Tes

Bupati Bantul Suharsono saat berkunjung ke Ponpes Al Munawwir Krapyak, Rabu (1/7)

KBRN, Yogyakarta : Bupati Bantul Suharsono, memantau kesiapan pembukaan pondok pesantren, di era tatanan kehidupan baru atau new normal. Salah satu yang dipantau, Ponpes Al Munawwir Krapyak Kecamatan Sewon, Rabu (1/7/2020).

Usai memantau, Suharsono berniat melakukan rapid tes bagi santri dari Jawa Timur, jika sudah pulang ke pesantren.

”Jawa Timur (kasus covid, red) termasuk tinggi, makanya jika nanti ada santri dari Jatim di pondok saya minta ada koordinasi untuk rapid tes, jangan sampai ada yang reaktif masuk sini menulari temannya,” kata Bupati Bantul.

Sejak awal Maret lalu, pengelola Ponpes Al Munawwir memulangkan santri dari luar daerah secara bertahap. Namun bagi santri yang memilih tetap tinggal di pesantren, diberi bekal membuat hand sanitizer sendiri, diberi makanan bergizi, dan vitamin setiap hari.

Koordinator Satgas Covid-19 Ponpes Al Munawwir, Maya Fitria menyebut, dari total dua ribu santri, sekitar 250 berasal dari Yogyakarta.

”Sekarang persiapan menunggu santri yang kembali ke pondok lagi, tahap awal hanya santri dari Yogyakarta saja, itupun kalau mereka kembali kesini, kalau tidak kami tidak memaksa,” ucap dia.

Untuk mencegah penularan Covid-19 di lingkungan pesantren, screening ketat akan dilakukan, terhadap santri yang datang. Apalagi proses pembelajaran, akan dimulai 15 Juli mendatang secara online, karena lokasi madrasah dan asrama santri terpisah.

”Kalau yang datang nanti kami kerjasama dengan tenaga kesehatan disini juga LKK NU untuk screening awal, jadi santri sudah karantina dulu di rumah dengan bukti keterangan dari RT,” imbuhnya.

Jaga Jarak Saat Ngaji

Pandemi Covid-19, mengharuskan para santri yang tetap tinggal di Ponpes Al Munawwir Krapyak, salah satunya Andika Muhammad Nur dari Sanden Bantul, menerapkan protokol kesehatan.

Aktivitas Santri di Ponpes Al Munawwir Krapyak

Sehingga, terlihat ada perubahan dalam aktivitas sehari-hari, yang dilakukan para santri saat berkegiatan di dalam lingkungan pondok.

”Kalau biasanya ngaji kita kumpul ini ada jarak sedikit, di pondok kan ada juga tradisi makan bareng atau kembulan dalam satu piring, kita kurangi sehingga makan pakai piring sendiri-sendiri,” katanya.

Selain memantau kesiapan pembukaan Ponpes Al Munawwir, Bupati Bantul Suharsono juga memantau kesiapan Ponpes An Nuur Pendowoharjo dan Ponpes Al Imdad Pajangan. (ws/yyw)         

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00