Pasien Reaktif Covid 19 Gunungkidul Isolasi Ditengah Hutan

Tempat isolasi di Hutan Wanagama. FOTO: ist

KBRN, Gunungkidul: Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akhirnya menetapkan tempat isolasi bagi pasien rapid tes reaktif di Hutan Wanagama, Playen. Keputusan ini diambil setelah adanya persetujan dari pihak Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengatakan, pasien rapid tes reaktif ini akan diisolasi di wisma milik UGM, Pemkab Gunungkidul dan UGM sudah menyiapkan 90 tempat tidur dari beberapa kamar atau pavilun.

"Tempat disini (wanagama) juga representatif," kata Immawan disela cek lokasi isoli, Senin (18/5/2020).

Dikatakan, alasan pemilihan wisma yang terletak ditengah hutan ini, lanjut Immawan karena suasana tenang, ada fasiltas olah raga, dan berjemur. Kawasan ini nantinya juga akan ditempati oleh tenaga medis.

"Wisma ini sangat asri dan jauh dari pemukiman. Standar penanganan covid 19 bisa dengan baik diterapkan disini karena semua fasilitas tersedia," katanya.

Pantaua rri.co.id dilokasi didalam paviliun terdapat beberapa fasilitas seperti kamar mandi, dan tempat cuci yang bisa digunakan untuk cuci tangan. Bahkan ada pendingin ruangan.

Jarak antar tempat tidur pun cukup jauh. Nantinya setiap kamar akan dilengkapi fasilitas oleh Pemkab Gunungkidul. Sementara untuk tenaga medis juga sudah dipersiapkan. "Termasuk limbah medis sudah dipersiapkan, hingga permakanan." paparnya.

Untuk masuk ke Wisma hanya ada dua akses yang mudah dari Desa Banaran, dan dari museum kayu itupun jarang orang yang melintas. Hanya penduduk sekitar yang mencari rumput atau ke ladang. Lokasi ini juga tidak bising kendaraan bermotor. Penyemprotan desinfektan dilakukan petugas ketika memasuki wilayah tersebut. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul Dewi Irawati mengatakan, rapid tes saat ini terus dilakukan. Pihaknya menjelaskan sejak tanggal 12 Mei sudah ada 1163 orang yang diperiksa. Hasilnya 71 orng warga reaktif termasuk 31 tenaga medis.

"Namun masyarakat tidak perku kawatir, tenaga medis sudah kita tangani sesuai dengan standar penanganan covid," jelasnya.

Dari data Dinkes hari Senin (18/05/2020) ini terdapat 161 Orang Tanpa Gejala (OTG) yang reaktif Rapid Test. Jumlah itu merupakan angka kumulatif. Sebelum pemeriksaan massal dilakukan, sudah ada sejumlah warga yang dinyatakan reaktif usai dilakukan Rapid Test.

"Hari ini ada dua pasien yang dinyatakan sembuh. Pasien positif yang dirawat di RSUD ada tujuh orang," urainya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00