Rapid Test Massal Hari Kedua Kluster Indogrosir 39 Reaktif

Rapid Test Covid.19 GOR Pangukan Sleman

KBRN, Sleman : Rapid Test Massal hari kedua Rabu (13/5/2020) Klaster Indogrosir di Gor Pangukan Sleman, menunjukkan  hasil 19 orang Reaktif dari 426 orang yang dilakukan RDT.

Sedang untuk Selasa (12/5/2020) dari 462 orang yang dilakukan Rapid Test, menunjukkan hasil Reaktif untuk 20 orang. Karena itu dalam dua hari pemeriksaan terhadap hampir 900 orang pengunjung Indogrosir 39 orang diantaranya menunjukkan reaktif Covid-19.

Menurut Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sleman Novita Krisnaeni, di Gor Pangukan Rabu (13/5/2020) terhadap  warga masyarakat pun yang diketahui reaktif akan segera mendapat tindak lanjut dari paramedis. 

“Untuk yang reaktif kita berikan ke Tim Gerak Cepat Dinas Kesehatan Sleman, nah TGC ini bersama puskesmas yang akan menginformasikan ke pasien, pasien ini nanti akan dijemput dan didaftarkan untuk tes swab di rumah sakit," imbuhnya.

Ditambahkan Novi, apabila tes swab sudah siap pasien dapat langsung dites namun apabila rumah sakit penuh para pasien akan ditempatkan di Asrama Haji sebagai sarana karantina. 

"Pasien reaktif setidaknya akan ikut tes swab 3 kali , jadi rumah sakit selama 4 sampai 5 hari, lalu pasien dengan tes swab hasil negatif bisa kembali ke rumah untuk isolasi mandiri sementara pasien dengan hasil positif lanjut isolasi rumah sakit hingga hasil tes 2 kali negatif," tambahnya.

Sementara  Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan, dari 39 pasien reaktif dari Rapid Test massal hari pertama dan kedua,  15 diantaranya telah masuk  Shelter Asrama Haji Ring Road Utara. Jumlah kluster Indogrosir yang masuk Asrama Rabu Sore (13/5/2020) bertambah 1 orang, yaitu pasien reaktif  Warga Sleman dari RDT Puskesmas Mantrijeron, sehingga jumlah nya saat ini menjadi 16 orang.

Mengenai  daya tampung Shelter Asrama Haji menurut Kepala Dinas Kesehatan Sleman Dokter Djoko Hastaryo, masih mencukupi karena daya tampungnya mencapai 158 pasien. Terebih Shelter tersebut  memang dipersiapkan sebagai  Faskes Darurat untuk Karantina.

“Bagi pasien Reaktif yang berada di shelter Asrama Haji,  mereka juga diberlakukan protokol kesehatan sangat ketat sebagaimana isolasi non kritikal di rumahsakit ," pungkasnya. (kus/ian)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00