Akhirnya Gunungkidul Laksanakan Rapid Test Masal

KBRN, Gunungkidul: Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akhirnya memilih melaksanakan Rapid Diagnostic Test (RDT) sebagai salah satu skenario penanggulangan penyebaran Covid 19. Pemeriksaan ini mulai dilaksanakan Selasa (12/5/2020) hingga Sabtu (16/5/2020) mendatang.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Gunungkidul, Sumitro mengatakan, tahap pertama pihaknya menyiapkan 2.020 alat RPT. Pemeriksaan ini akan difokuskan pada kelompok masyarakat tertentu.

"Tidak kita fokuskan dalam satu tempat tapi test ini kita laksanakan di 30 puskesmas di Gunungkidul dengan jadwal yang sudah kita buat," kata Sumitro, usai mengikuti Jumpa Pers dengan Gugus Tugas Penangana Covid 19 di Bangsal Sewoko Projo, Senin (12/5/2020).

Pihaknya secara rinci menerangkan, Rapit test masal akan menyasar pada tenaga kesehatan puskesmas sebanyak 1.020 orang. ODP 238 orang, 123 orang jemaah Tabligh, 610 pendatang dari wilayah transisi lokal, serta 27 pekerja migran.

Sebelumnya, Rapid Test juga sudah dilaksanakan terhadap 1,076 orang, di mana terkait dengan kluster yang ada di Gunungkidul. Berdasarkan Rapid Test tersebut, sebanyak 42 orang reaktif, 8 dipastikan positif berdasarkan hasil uji swab. Sisanya masih menunggu hasil swab tersebut.

"Kasus terbanyak memang berasal dari klaster Gadungsari. Kini di Gunungkidul sudah ada 9 kluster dengan total hingga hari ini sebanyak 25 kasus positif," terangnya.

Sementara Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty dalam laporan harian perkembangan Covid 19 Gunungkidul melaporkan hingga pukul 12.00 Selasa  12 Mei 2020 ada penambahan satu kasus positif di Gunungkidul. Diketahui penambahan tersebut berasal dari kluster indogrosir warga panggang. 

"Sebanyak 16 pasien positif COVID-19 juga masih menjalani perawatan. 13 pasien dirawat di RSUD Wonosari, 3 lainnya masing-masing dirawat di RS Panembahan Senopati Bantul, RS Panti Rapih, dan RS Bethesda Yogyakarta," katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00